"Argh!" Alan mengusar kepalanya dengan kasar. Mendengar ucapan sang ayah tadi, pikirannya sedikit terganggu. Apa benar yang ayahnya katakan bahwa ia telah bertemu dengan seorang pria kecil yang begitu mirip Alan? Apakah itu anaknya? Entahlah, Alan ragu karena Aerin mengatakan bahwa bayi mereka telah digugurkan sebelum lahir. "Apa Aerin membohongiku?" tanyanya pada diri sendiri. Apakah Aerin memang sengaja menyembunyikan darah daging Alan? Lalu, apa motifnya? Bukankah Alan juga berhak atas anak mereka? Jika tak ada Alan, mana mungkin Aerin bisa hamil dan melahirkan? "Awas saja kamu, Aerin. Jika memang benar kamu menyembunyikan anak itu, maka tidak akan aku biarkan kamu lepas dari aku!" Sejenak Alan terdiam, ingatannya kembali pada masa lalu. Di mana ia mengusir Aerin bak tak berha

