Bab 15. Kiriman Salah Alamat

1014 Kata

Pagi itu, Hana duduk di meja kerjanya dengan segelas kopi yang mulai mendingin di samping komputer. Jemarinya bergerak di atas keyboard, tapi pikirannya justru melayang pada kejadian semalam. Tentang sikap Sandy terhadapnya. Akhir-akhir ini Hana merasa Sandy sudah mulai berubah. Ia melihat Sandy tidak sekejam saat pertama kali ia menjadi istrinya. Sandy juga tidak sekasar dulu. Bahkan, Hana juga merasa kalau Sandy tidak lagi memaksanya seperti sebelumnya. Tapi, sikap Sandy tadi malam masih terasa membingungkan. Apalagi ketika Sandy yang mendadak muncul tepat di sampingnya ketika ia menerima telpon dari Davin. Membuat Hana merasa aneh akan sikap suaminya itu. “Hana!" Sebuah suara tiba-tiba menyadarkan Hana dari lamunan. Pak Arman berdiri di depan meja kerjanya dengan tatapan penuh ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN