Sandy sedang berdiri di samping ranjang Hana yang masih pingsan diperiksa dokter pribadinya. Dokter Aryo, sudah bertahun-tahun menjadi dokter pribadi keluarga Anggara. Beliau juga mengetahui pernikahan Sandy yang masih menjadi rahasia publik tersebut. Sandy berdiri memperhatikan Hana. Kedua tangannya mengepal di belakang punggung. Sorot matanya tajam mengawasi setiap gerakan dokter, tetapi ada sesuatu di balik tatapan itu. Sesuatu yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya. Rasa cemas yang luar biasa. Setelah beberapa menit memeriksa suhu tubuh dan tekanan darah Hana, dokter menghela napas pelan. "Nona Hana mengalami kelelahan berat dan dehidrasi. Ini yang menyebabkan dia pingsan,” jelas dokter sambil menutup stetoskop dan memasukkannya kembali ke dalam tas. "Kelelahan berat?" ulang Sa

