Hana kembali terbangun dan tidur di dalam kamarnya. Tubuhnya masih terasa lemas. Ia mengambil ponsel dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan. Hana berusaha bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang. Ia mengusap layar ponsel dan melihat ada beberapa pesan masuk. Salah satunya adalah pesan dari Tia yang menanyakan kenapa dia tidak terlihat di kantor, sampai pak Arman mencarinya. Hana memegangi kening sembari memejamkan mata dan menghela nafas panjang. Ia sampai lupa untuk memberitahu pak Arman kalau dia tidak masuk. Hana pun mengetikkan pesan dan meminta ijin libur karena sakit. Tidak membutuhkan waktu lama dan pak Arman langsung menyetujuinya. Hana menghela napas lega. Setidaknya ia sudah ijin. Hana kemudian mengusap layar ponselnya lagi. Di sana ia melihat ada pesan lai

