Bab 22. Paksa Pulang

1222 Kata

Hana duduk di sebuah cafe kecil. Tangannya memegang gelas yang sudah kosong. Matanya sesekali melirik ke pintu masuk. "Permisi, Nona? Apa Anda sudah mau pesan?" tanya seorang pelayan yang mendekatinya. "Nanti saja. Terima kasih," jawab Hana sopan. Pelayan tersebut menganggukkan kepala sembari tersenyum ramah dan berbalik pergi menjauh. Setelah itu, Hana kembali melihat jam tangannya. Ia menghela nafas panjang. "Hana!" Tiba-tiba suara Davin terdengar di sekitar Hana. Membuat Hana langsung menoleh ke arah Davin yang berjalan cepat ke arahnya. Nafasnya sedikit tersengal, seolah baru saja berlari kecil. "Maaf, apa kamu menungguku lama," ujar Davin yang kemudian langsung duduk di hadapan Hana. "Tidak masalah," jawab Hana sembari tersenyum. "Tadi, tiba-tiba pak Sandy menyuruhku me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN