Sabtu sore ini Nina sudah berada di salon untuk merias diri, undangan gala dinner dilaksanakan di hotel bintang lima di pusat bisnis kota Jakarta, tentu saja penampilannya kali ini harus sedikit berbeda dari biasanya. Semalam Ben dan Christ sudah menelepon dan memberitahunya, bahwa hari ini Marco dan tunangannya Myrcia akan mengajak mereka ke Bandung bersama Mami dan Papi. Nina tentu saja tidak bisa ikut karena disuruh Papinya mewakili perusahaan untuk datang.
Dan yang akan menemani Nina menghadiri acara ulang tahun Citra Gemilang, tentu saja Jonathan aka John si Manager Marketing di perusahaan Big Boss yang menemaninya.
"Ini rutin ya mereka tiap tahun bikin acara begini Pak?"
"Iya Bu, selain memang merayakan ulang tahun, biasanya juga jadi ajang untuk kenal lebih luas lagi sama artis-artisnya CG. Mereka ini kan agency yang cukup besar di Indonesia, marketnya luas, jadi buat jaga hubungan juga."
"Sering ya pakai talent mereka?"
"Lumayan sering Bu, biasanya kita pakai talent yang belum naik daun banget sih, harganya cocok juga."
Nina mengangguk mendengar penjelasan John, keduanya asik berbicara dan kemudian John sadar dia mengenali orang yang biasa meng-handle kebutuhan Fin Tech.
"Nah, itu owner-nya Citra Gemilang Bu, Pak Pramudya. Sebelahnya, yang kemeja biru, itu yang biasa handle kita, namanya Davin."
Ternyata kedua orang yang dibicarakan menghampiri Nina dan Johnny. Si laki-laki berkemeja biru duluan menghampiri meja tempat mereka duduk dan atasannya menunggu dibelakang,
"Pak John, terimakasih banyak sudah datang. Pak Richard datang Pak?"
"Iya Vin, sama-sama ya. Iya nih, minta maaf sebelumnya, Pak Richard lagi berhalangan hadir, tapi ini anaknya Pak Richard yang mewakili, Bu Nina."
Saat John dan Davin saling berbicara, Nina tanpa sengaja memandang ke arah laki-laki yang berdiri di belakang Davin. Tatapan keduanya bertemu, dan tidak ada yang memaksa dengan sukarela keduanya untuk saling tersenyum menunggu Davin mengenalkan mereka.
Nina menerima uluran tangan Davin untuk berkenalan,
"Salam kenal mas Davin, saya Nina."
"Iya Bu, salam kenal juga saya Davin. Ini owner-nya Citra Gemilang, Pak Pramudya. Pak, ini klien, anak owner-nya Fin Tech."
Davin mengenalkan keduanya dan laki-laki yang tadinya ada dibelakang Davin maju, untuk mengenalkan dirinya kepada Nina dan Johnny,
"Terimakasih ya Bu Nina dan Pak Johnny sudah meluangkan waktu untuk datang."
"Sama-sama Pak."
Ada rasa-rasa yang menggetarkan hati keduanya saat tangan mereka saling bersentuhan tanpa mereka sadari. Nina tak terlalu memikirkan walaupun memang sejak pertama melihat Pramudya ada sedikit ketertarikan.
**
Makan malam dimulai dengan berbagai menu mewah yang menggugah selera. Porsinya memang tidak banyak, seperti fine dinning saja. Ada 2 macam appetizer kemudian 2 set main course dan dessert berupa strawberry cheese cake yang merupakan khas buatan hotel ini.
Sambil menikmati semua rangkaian acara mereka juga dihibur dengan berbagai pertunjukan yang diisi oleh artis CG. Memang kalau yang menyelenggarakan pesta adalah orang yang punya pengalaman pasti vibes berbeda dengan selebrasi pada umumnya.
"Mau pulang sekarang ngga Bu? Atau Ibu mau join after partynya? Ada penyanyi yang lagi naik daun itu sih kalo Ibu mau ikutan." John bertanya pada Nina yang sebenarnya sudah terlihat menahan kantuknya.
"Umur emang ngga bisa bohong ya Pak, jujur saya udah ngantuk banget sih. Kayanya saya pulang aja, tapi kalau bapak mau join silakan aja sih."
John hanya terkekeh melihat Nina yang terlihat sudah tidak terlalu menyimak dengan jalannya acara,
"Ya udah Bu, kita balik aja. Saya juga udah ngantuk sebenarnya. Besok tuh kepengen tiduran di rumah aja."
Nina menertawakan John, dikiranya John akan lanjut sampai subuh, ternyata menyerah juga.
Keduanya berjalan menuju lobby sampai kemudian suara yang mereka kenal memanggil,
"Bu Nina, Pak John, maaf sebentar deh!"
Terlihat Davin agak berlari mengejar ke arah Nina dan John yang sudah berhenti,
"Kenapa Vin?"
"Maaf ya Bu, ganggu sebentar. Mm... Kalau ngga keberatan, Pak Pram mau bicara sama Ibu, boleh minta waktunya Bu? Sebentar aja sih katanya."
John menatap ke arah Nina menunggu atasannya itu memberikan jawaban,
"Maaf ya mas Davin, jujur saya ngantuk banget malam ini. Kalau mau, nanti hari Senin aja saya ke kantor CG."
Serius ya, mata sayu Nina yang benar-benar tampak itu membuat Davin sedikit merasa bersalah sebenarnya. Tapi kemudian
Davin bergerak mendekati ku dan sedikit berbisik,
"Urusan pribadi sih Bu, diluar pekerjaan."
Nina merogoh clutch hitamnya dan mengambil kartu putih dari sana,
"Ini name card saya, besok kontak lagi aja ya. Maaf ya mas Davin, seriusan ini ngantuk banget. Duluan ya."
Kemudian keduanya melanjutkan perjalanan mereka dimana supir sudah menunggu Nina. Mereka berpisah di lobby karena John memarkirkan kendaraannya di basement.