terbuai nafsu terlarang

714 Kata
kembali bian dihadapkan dengan situasi yang mendukung dirinya untuk menikmati nafsu terlarang dengan kakak iparnya nadia. hari ini fiani membawa billa pergi kerumah orang tuanya untuk membantu ibunya membuat kue karena akan ada arisan keluarga nanti sore. bian dirumah seorang diri karena merasa sedikit demam semalam ia sempat kehujanan saat pulang dari pos ronda. "fi" suara nadia memanggil fiani dari luar. bian mendengar namun ia tak berniat untuk membuka pintu sampai akhirnya nadia masuk walau tak ada yang menjawab panggilannya. "eh, ku kira ga ada orang. fiani mana bian?" tanya nadia sambil mengedarkan pandangannya mencari fiani. "kerumah ibu bantu buat kue, kamu darimana? kenapa malah kesini ga bantu ibu?" tanya bian tak mengalihkan pandangannya dari ponsel. "aku habis kencan" sahut nadia. "hmm" gumam bian terus fokus pada ponselnya. rumah ini sepi aku mau goda bian lagi supaya mau ngobok milikku batin nadia. nadia pergi ke kamar mandi dan melepas celana dalam dan b*a nya ia juga mencuci bersih lubang s******a yang tadi baru saja mendapat sodokan dari pria beristri yang menjadi selingkuhannya. hmm dapat k****l besar lagi nih senyum nadia mengembang, ia sudah membayangkan kenikmatan yang sebentar lagi menguasai tubuhnya. nadia duduk di sofa tepat didepan bian duduk, setelah kembali melihat sekeliling dan memastikan semua aman nadia memulai aksinya menggoda bian. "ach" desah nadia saat tangan kanannya menyentuh klitorisnya salah satu area sensitif pada tubuhnya. dengan mengangkat kedua kakinya ke pinggiran sofa posisi nadia sekarang sangat jelas mempertontonkan lubang senggamanya yang berwarna merah. "ssssstttttt" nadia kembali mendesis karena bian belum memberi respon apapun. sampai desahan ketiga bian menoleh dan matanya langsung disuguhkan hal panas yang seketika membangkitkan gairahnya. posisi nadia sekarang memang sangat menantang ditambah ekspresinya yang nakal semakin menambah panas suasana. "kamu mau k****l?" tanya bian frontal. "kamu mau ngasi aku k****l?" nadia balik bertanya. "hmm, tunjukkan hal yang lebih panas aku akan beri kamu k****l dan membuatmu o*****e berkali kali" tantang bian. "yang seperti ini?" nadia terlihat memasukkan dua jadinya dan mengocok lubang kenikmatannya sambil tangan kirinya meremas pepaya gantung miliknya. nadia terus mendesah bahkan sesekali ia menggigit bibir bawahnya karena jarinya berhasil mengoyak isi dalam miliknya. sialan perempuan ini, selalu saja bisa membuat ku ingin menghujamkan k****l ku padahal lubangnya tak serapat milik fiani batin bian sambil terus menyaksikan live m********i didepannya. "biaaaaannn aaaccchhhh aku ingin k****l, k****l mu bian. masuki aku beri aku k****l" rancau nadia semakin nakal. "teruskan" desus bian mulai b*******h. "ayo sayang, f**k me. beri aku kenikmatan k****l besar mu" bian membuka celana pendeknya dan mengeluarkan batangnya yang sudah mulai mengeras. sambil terus melihat bagaimana nadia mengocok miliknya bian pun mengurut batang besarnya. "kamu mau ini nad?" tanya bian. "sini kulum milikku baru ku sodok m***k mu itu" tanpa menunggu lama nadia langsung mencabut jarinya dan melepas dressnya. ia langsung berjongkok didepan bian dan melahap habis batang besar yang sebentar lagi akan mengobok lubang basahnya. "hmm hmmm ayo terus hisap nad hisap" bian mulai merasa nikmat dengan kuluman mulut nadia. "hummm sluuuurrrrppp sluuurrrppp cloooorkk cloooorrrkkk hmmm huummm sssrroooooooookkkhhh" hampir lima menit nadia mengulum bian langsung mengangkat pundak nadia dan memposisikan kakak iparnya itu dengan gaya nungging. tanpa basa basi bian langsung melesakkan batang keras miliknya dengan sekali sentak sampai membuat nadia menjerit karena terkejut. tapi tak berselang lama nadia langsung mendesah karena kenikmatan langsung menjalar keseluruh tubuhnya. "ouhhhh ah bian terus yang kencang lagih ah lagih bian makin kencang bian aaaahhhh" "hmmmm" bian hanya mengerang ia terus berpacu dengan nafsunya. "aaaaahhh aku keluaarrr aaahhhh" nadian mengejang matanya merem melek menikmati gempuran yang bian berikan. "uuuhhh kamu memang hebat bian hebat pantas saja fiani menjerit saat kamu sodok pakai k****l besar mu ini" nadia terus merancau sambil menikmati sisa orgasmenya yang ketiga. wanita yang tak lain adalah kakak dari fiani istri bian ini begitu menikmati pemandangan didepannya. tubuh tegap milik bian sedang berjuang meraih puncak birahinya dengan memaju mundurkan tubuhnya dengan gerakan kian cepat. "ayo bian lagih aahhh lebih dalam uh kamu perkasa bian. aah aahh ahhh aku akan selalu minta untuk kamu sodok dengan k****l mu ini ooouuuuuhhhh aaaccchhhhhhhhh" nadia kembali menjerit saat bian menghujamkan miliknya dengan sangat keras. "uughh ughhh" bian sudah menyelesaikan permainannya skor 1:4 bian bisa melihat betapa nadia begitu puas dengan permainan yang baru saja mereka lakukan. masih terasa kedutan lubang s******a nadia yang mengetat karena iapun mencapai o*****e keempatnya bersama dengan bian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN