ku dengar fiani adik ku sedang sibuk mendesah, pasti bian sedang menggagahi istrinya. memang lelaki selalu saja tak pernah merasa puas padahal tadi dia sudah menunggangi ku dengan begitu liar tapi sekarang dia sudah membuat adik ku menjerit bak wanita kesurupan. mereka tak salah bila melakukan hubungan suami istri karena memang mereka adalah pasangan halal hanya saja ada rasa tidak senang karena aku menyadari bahwa kehidupan adikku berjalan dengan sangat sempurna. keluarga yang harmonis suami penyayang bahkan mampu memberi kepuasan batin dengan sangat hebat serta anak yang cantik dan lucu. tak pernah ada kekurangan dalam jalan hidup yang fiani lalui berbeda dengan aku walau orang tua kami tak pernah membedakan kami berdua.
aku sudah mengkhianati adik kandung sendiri dengan berbagi kenikmatan dengan suaminya bahkan kami bukan hanya sekali melakukannya aku yakin setelah ini aku akan semakin sering melakukan hubungan terlarang dengan bian suami adikku. tak bisa ku pungkiri kalau bian sudah menjadi daftar teratas pria yang akan ku ajak untuk mereguk manisnya madu percintaan.
semakin nyaring ku dengar suara desahan saling bersahutan dari kamar adik ku aku bisa membayangkan fiani pasti sangat keenakan digagahi oleh bian karena aku tau bagaimana perkasanya bian saat menggauli ku tadi.
kamu bisa mendesah senikmat itu fi kamu ga tau aja suami mu tadi main panas juga sama aku, dan setelah ini aku akan terus jerat bian untuk main sama aku. aku ga perduli bian suami mu karena aku udah ketagihan sama batang besar bian yang bikin aku muncrat berkali kali. sekarang inti tubuhku mulai lembab aku membutuhkan partner bermain, segera aku pergi dari rumah adikku untuk menghubungi salah satu pria beristri yang menjadi selingkuhan ku.
"ayo cepat" saat aku masuk kedalam mobil berwarna hitam milik frans selingkuhan ku. ia menyanggupi untuk bertemu karena aku mengimingi akan menunggangi dirinya malam ini. ia baru saja keluar kantor saat aku menelpon, nafsunya lebih penting daripada pulang bertemu dengan anak dan istri dirumah.
"aku sudah pesan hotel"
"iya, ga sabar banget sih" senyum nadia pada pria disampingnya.
"aku ga sabar mau sedot punya mu sayang" tangan nakal pria itu sudah meremat milik nadia dari balik celana dalamnya yang sudah basah.
"hmm udah becek, kamu udah kangen aku kontolin ya?" desisnya.
"aku mau nungging sayang, mau kamu sodok dari belakang" desah nadia sambil menjilati jari telunjuknya sendiri.
"ini yang aku suka, kamu liar dan menggairahkan"
sementara dikamar pasutri yang masih asik b******u, bian masih terus menggempur liang milik istrinya dengan penuh semangat. walau ia sudah bermain satu ronde dengan nadia tapi tetap milik fiani yang lebih nikmat masih menggigit dan mampu meremas milik bian dengan sangat ketat.
"arrrgghhhhhgg sayang" teriak bian saat ia sudah mencapai pelepasan keduanya. dengan posisi fiani dibawah dan membuka lebar kedua pahanya membebaskan bian untuk membenamkan miliknya sedalam mungkin.
"ugh mas mentok, aaaahhhh ahhhh" fiani mengejang iapun mencapai puncak kenikmatannya bersama bian.
"mas memang paling hebat, aku selalu puas. mas keluar dua kali aku sampai lima kali mas. hmm milikku selalu dibuat nikmat" rancau fiani dengan mata terpejam.
"milikmu sayang, menjepit" balas bian sambil menekan batangnya untuk menyelesaikan semburan s****a kentalnya.
kembali dikamar hotel, badia sudah benar benar menungging di bawah sofa kamar hotel itu dengan pria yang saat ini berdiri dibelakangnya.
"ayo masukin torpedonya sayang" rayu nadia tak sabar.
"kami mau aku genjot nad?"
"hmm, aku mau kamu kasih aku kenikmatan"
"tentu, aku akan buat kamu menjerit"
blessss satu kali sentakan milik nadia sudah dijejali batang besar pria kedua yang akan menggaulinya malam ini.
"oughh selalu nikmat" desis nadia meresapi batang yang sekarang sudah mulai keluar masuk di liang senggamanya.
"argggghhhh ternikmat nad, aku selalu merem melek kalau genjot m***k mu ini" pria itu mendesis sambil terus menyodok nadia dari belakang.
"uuhhh ya iya terus uuhhh aaahhhhhh ahhhh makin kuat cepat cepat" nadia berpacu dengan napsunya ia membayangkan betapa keras bian menghantam milik fiani tadi dan sekarang ia pun bisa merasakannya.
shit umpat pria dibelakang nadia, ia akan keluar kalau terus dengan posisi ini dengan terpaksa ia melepas miliknya dan mengangkat nadia keatas ranjang dan langsung membuka lebar paha nadia. melihat wajah sayu penuh napsu membuat nadia semakin b*******h iya tersenyum sambil m******t bibirnya saat si pria kembali melesakkan batangnya ke milik nadia.
ugh lenguh keduanya dan mereka kembali berpacu mengejar puncak kenikmatan. mereka lupa akan dosa yang sudah menanti didepan mata, kapan saja kemalangan akan menghampiri mereka si pelaku maksiat penuh gairah.