acara arisan keluarga akan dilakukan pada sore hari sekitar jam empat sore semua keluarga besar dari pihak bapak mertua bian sudah berkumpul memenuhi rumah orang tua fiani. bahkan sejak jam tiga setelah menyelesaikan pertempurannya bersama bian fiani segera bersiap untuk kembali ke rumah orangtuanya. untuk arisan kali ini semuanya kompak memakai pakaian warna senada yaitu putih.
"mas bajunya sudah aku siapin ya, billa aku mandiin dirumah bapak saja ini baju gantinya udah aku bawa sekalian. cepet siap siap ya mas, jangan kelabasan tidur loh" cup fiani mengecup pipi suaminya yang terlihat begitu lelah. bagaimana tak lelah kalau dia sudah bermain tiga ronde dengan dua wanita berbeda hanya berselang beberapa jam saja.
"sodokan mas mantap, aku puas" bisik fiani sebelum ia benar benar pergi kerumah orangtuanya.
bian hanya tersenyum melihat kepergian istrinya, ia masih berbaring malas karena merasa begitu lelah. sudah tiga kali k*****s dan tenaganya lumayan terkuras. tapi bian tidak tau kalau sebentar lagi akan ada macan betina yang menerkamnya.
setelah mandi dan bersiap bian segera pergi kerumah mertua dengan berjalan kaki karena jarak rumahnya dengan sang mertua sangat dekat. sesampainya disana sudah banyak keluarga yang datang dan acaranya akan segera dimulai. bian sedang mencari keberadaan istri dan anaknya namun sejak tadi belum juga ia temukan. sudah berbasa-basi dengan keluarga yang datang bian pun pergi mencari anak dan istrinya.
"sayang" panggil bian saat menemukan anak dan istrinya sedang berada dikamar orangtuanya.
"mas, billa demam" fiani sedang memangku buah hati mereka yang tiba-tiba terserang demam.
dahi bian mengernyit pasalnya tadi pagi putrinya baik baik saja.
"sama ayah yuk nak" billa berpindah kedalam dekapan ayahnya. ia langsung merengek ingin pulang.
"mas ajak billa pulang aja ya, aku nunggu arisannya dikocok dulu terus nanti pulang" sahut fiani.
"ya sudah mas sama billa pulang, kamu disini aja dulu"
sesampainya dirumah bian langsung memberi putrinya obat dan mendekapnya agar billa cepat beristirahat. bian memperhatikan wajah putrinya, ada penyesalan karena sudah berani bermain api dibelakang fiani. dalam hati bian merasa perbuatannya sudah sangat keterlaluan membagi tubuhnya dengan wanita yang bukan istrinya ditambah kakak istrinya lah yang selama ini ia ajak berbagi peluh.
"maafin ayah nak" ucap bian sambil mengelus surai hitam billa.
setengah jam menunggu billa tidur bian memutuskan untuk pergi kedapur membuat teh hangat karena ia merasa sedikit lesu karena tenaganya terkuras padahal iapun tadi pagi demam.
tangan melingkar dipinggang bian saat dirinya tengah mengaduk gelas berisi teh. ia sempat tersentak karena bukan tangan istrinya yang sedang memeluk pinggangnya.
"lepas" kata bian saat ia tau nadia lah yang sedang berdiri dibelakangnya. bukannya lepas nadia malah makin menempelkan payudaranya dan menekan punggung bian.
"nad" tegur bian.
"aku mau kita main disini" nadia bersuara sambil menghembuskan nafasnya ditelinga bian.
"aku tadi denger fiani mendesah karena kamu sodok dia pakai ini" nadia langsung meremas batang besar milik bian dan membuat bian terperangah karena kaget.
"lepas nad, anakku sedang demam. lebih baik kamu pulang, bantu ibu saudara juga masih pada ngumpul" bian berusaha melepas tangan nadia yang masih meremas kejantanannya.
"kenapa kamu nolak sih, tadi aja kamu semangat banget nyodokin m***k aku sampai aku dibolak balik segala" nadia masih memancing nafsu bian agar ia bisa kembali merasakan sodokan bian pada liang basahnya.
"ga usah nolak bian, kamu juga suka kan sama punya ku" nadia membuka kancing kemejanya dan mengeluarkan dua payudaranya.
wanita sinting batin bian ia berlalu dari dapur untuk menghindar dari nadia.
"bian" panggil nadia. bian menoleh dan matanya langsung melotot kenapa bisa nadia sudah n***d padahal ia baru saja berbalik.
"ayo masuki aku" desah nadia sambil membelai liang senggamanya yang sudah mulai becek.
"s**t" umpat bian sambil mendekat dan langsung membalik tubuh nadia untuk menungging dimeja dapur.
dengan sekali gerakan bian melepas bebas kejantanannya dan menusuk nadia dengan kasar.
"kami k****l ku" desis bian saat batang besarnya semakin melesak masuk sampai menyentuh rahim nadia.
"usssshhhh aaaaaaaauuuuuuuhhh yaah iyaa aku mau k****l mu aku mau kamu sodok m***k ku lagi bian iya iya lebih kencang lagiiihhh aaaaahhhh"
bian dengan kuat menyentakan miliknya ia ingin cepat k*****s karena takut anaknya terbangun atau istrinya pulang. ia tak siap bila harus dipergoki sedang menggagahi kakak iparnya.
nadia terus mendesah dan mengatakan kata kata kotor untuk membuat bian semakin semangat memasukkan batangnya kedalam liang senggamanya. nadia tak terima saat mendengar fiani mendesah begitu nikmat karena sedang digagahi bian suaminya walau nadia sudah lebih dulu mengerang dibawah kendali bian tapi ia masih menginginkan bian bermain bersamanya. saat ia melihat bian pulang bersama billa ia langsung menyusul bian.