"kita ketemu dihalte simpang kafe xx" begitu pesan yang masuk di ponsel nadia. ia bergegas bersiap untuk bertemu pria yang menjadi selingkuhannya. karena terlalu fokus menikmati batang besar milik adik iparnya nadia melupakan pria yang menjadi sumber uangnya selama ini.
"mau kemana lagi nad?" tanya ibunya saat melihat nadia sudah rapi dan membuka pintu rumah.
"aku mau pergi bu, ada janji"
"ibu tau kamu mau ketemu suami orang lagi, kamu itu berubah nad. kami bekali kamu pendidikan agar bisa mencari rejeki yang halal malah kamu mau saja menjadi selingkuhan pria beristri. kapan kamu sadarnya" kembali nadia mendengar ceramah panjang lebar seperti biasanya.
"sudah bu, bisa dapat uang dan dapat enak sekaligus kenapa aku harus capek kerja. belum tentu juga kalau aku kerja dapat uang banyak kalau kayak fiani gimana? cuma jadi guru gaji kecil" gerutu nadia sambil berlalu keluar rumah karena ojek langganannya sudah menunggu.
"nadia" panggil ibunya tapi nadia tetap pergi tak menghiraukan suara ibunya yang kembali memanggil.
"ayo jo berangkat" nadia menepuk pundak joko saat ia sudah duduk dijok belakang.
.
.
menunggu hampir 15menit akhirnya mobil hitam menepi tepat didepan halte tempat nadia duduk. kaca mobil dibuka dan sesosok pria tampan langsung meminta nadia untuk segera masuk.
"maaf lama sayang, tadi agak macet"
"macet atau kamu susah lepas dari istrimu?" sindir nadia.
"aku habis meeting, jadi sekalian ajak kamu ketemu. kangen banget sama surabi lempit kamu ini" ucap si pria merayu sambil tangan kirinya mengelus paha bagian dalam nadia.
"hmm"
"kenapa pakai jeans? aku jadi ga bisa ngobel ngobel kacangnya"
"ugh udah sayang, kita mau main dimana?" nadia memejamkan mata hasratnya sudah mulai naik. ia memang sangat mudah terangsang, nadia yang sejak SMA sudah mengetahui nikmatnya b******a tentu menjadi sangat ketagihan.
"aku udah booking villa, 45menit sampai sana. sambil jalan kami mau kocok atau sepong dulu ga?" tanya si pria.
"aku maunya dientot langsung sama kamu sayang" jawab nadia tapi tangannya meloloskan si jantan dari sarangnya.
"ayo sayang"
sesuai permintaan nadia menundukkan kepalanya untuk mulai memberi servis terbaiknya. cuaca singa hari yang terik juga terasa didalam mobil dengan aksi seorang wanita yang sedang memblowjop batang coklat rimbun padahal AC didalam mobil itu disetel sangat dingin.
"ayo sayang aku ga tahan lagi mau buat kamu menjerit" si pria langsung menarik tangan nadia saat mereka baru saja sampai diparkiran dan bertemu dengan penjaga villa.
melihat pemandangan yang asri dan udara yang sejuk membuat nadia tersenyum karena suasana disini begitu sunyi jarak antara villa satu dengan yang lainnya agak berjauhan memungkinkan dirinya untuk melakukan berbagai fantasi liar yang selama ini menjadi keinginannya. tak ingin terlalu lama mengagumi suasana villa nadia oun bergegas mengikuti langkah si pria selingkuhannya ini menuju kekamar dimana permainan pertama mereka akan dimulai.
saling raba dalam penyatuan bibir membuat mereka terhanyut, melupakan status masing masing. mereka hanya ingin menuntaskan nafsu dengan saling memberi kenikmatan, entah apa kurangnya istri si pria sampai ia berselingkuh dengan nadia. jangan tanyakan alasan nadia kenapa ia memilih menjadi selingkuhan karena ia ingin memiliki kebebasan agar bisa b******a dengan siapa saja namun ia juga ingin mendapat uang dengan mudah. prinsip nadia, dapat uang juga dapat enaknya birahinya yang besar akan terpuaskan bila sering b******a walau harus berganti pasangan.
ugh lenguhan nadia saat batang berurat itu mulai sedikit demi sedikit memasuki inti tubuhnya. nadia akan terus merasakan kehausan bila napsu s**s nya tak terpenuhi, ia yang memiliki wajah cantik dan tubuh ramping tentu sangat mudah menggaet kaum pria untuk mau berbagi kehangatan bersamanya.
"auuuhh kamu selalu nikmat nad, walau tak sedikit longgar tapi kamu tetap nikmat. eeehhhh"
"ah ah ah ah, terus terus sodok m***k ku. m***k ku kangen ah"
"kangen apa nad? kangen apa m***k mu ini sayang"
"kangen k****l oh iya iya k****l punya mu. aaaaaaaaaahh makin cepat ayo iya iya yang dalam aaaaaaahhhh" nadia mulai menjerit karena ia mulai merasakan surga dunia yang selalu menjadi candu baginya.
"kamu suka aku sodok begini sayang? kamu mau aku pelan atau aku makin cepat dan kasar? hmm? pria yang berada diatas tubuh t*******g nadia terus memancing agar nadia semakin bernafsu dan mengutarakan keinginannya.
"auuuuh jangan jangan pelan aku suka kamu main kasar dan cepathhh aaahhh iya begitu uuuuhhhh cepat lagi sayaang sentil kacang ku ouuhh sentil kacang ku" nadia akan bereaksi semakin dahsyat bila ia merasakan kenikmatan atas persetubuhannya.
"begini? kamu suka aku menyentil biji kacang mu ini? hmm ouuuh nad milikmu tembam sekali ouuu dia licin sekali hmm nikmat nad kamu begitu nikmat sayang" pria itu terus mendesah dengan semakin kencang menghentakkan batang beruratnya kedalam liang licin milik nadia.
selama hampir 1jam mereka terus berpacu, sudah beberapa gaya mereka coba sampai akhirnya si pria kembali mengukung tubuh nadia karena puncak pendakiannya akan segera sampai. nadia semakin meraung, walau ia merasa miliknya sedikit perih dan membengkak tapi semuanya tertutupi dengan rasa nikmat.
"aku akan sampai sayang, sebentar lagi aaahhh aahhh aaaaaaaahhh"
"bersama, ayo semakin cepat sodok yang dalam aku juga akan keluar aaahhh iya iyaa aaaahhhh nikmat aku keluar uuuuuhhh" tubuh nadia mengejang kedua kakinya menjepit pinggang si pria agar miliknya dipenuhi batang perkasa itu.
"ouuuuu"
croot croooott crooott sekilat lima kali semburan nadia dapatkan, cairan mereka berbaur menjadi satu bahkan banyak yang mengalir keluar sampai kepaha mulus nadia. keduanya masih mengatur napas, peluh membasahi tubuh mereka semuanya sebanding dengan kepuasan yang mereka rasakan.