keluarga kecil

744 Kata
hari kedua billa demam, hari ini fiani memutuskan untuk izin tidak mengajar karena putrinya masih mengalami demam yang terus naik turun. assalamualaikum hari sudah sore bian pulang dan tak mendapati istri serta anaknya didalam rumah bahkan salamnya pun tak ada yang menjawab. kemana fiani dan billa pikir bian. setelah menaruh ransel melepas sepatu dan menggulung lengan kemeja, bian pergi ke teras belakang rumah tempat terakhir yang belum bian lihat dan ternyata anak dan istrinya ada disana. fiani sedang menggendong dan sambil mengayunkan tubuh billa seperti anak mereka sedang rewel. "sayang" panggil bian. "mas, sudah pulang dari t*i?" tanya fiani dengan raut lelah dan masih mengenakan daster tadi pagi. "kamu ga mandi? kenapa masih pakai baju semalam? billa rewel?" bian mengambil alih tubuh billa dari gendongan istrinya. "demamnya naik turun mas, rewel banget semenjak mas tinggal kerja. aku ga sempet mandi karena gendongan terus makan aja aku sambil gendong billa" adu fiani namun tak terdengar nada marah dari suaranya malah wajah fiani begitu khawatir dengan kondisi putri mereka. "kamu mandi dulu gih, sekalian siapin keperluan billa kita kerumah sakit aja, nanti gantian aku yang mandi ya sayang" bian adalah sosok suami penyayang dan begitu perhatian pada keluarga kecilnya. terlepas dari kenakalan yang sering bian lakukan sekarang, dalam hati bian menyadari ia sudah menyakiti fiani dan merusak keutuhan rumah tangganya namun nafsu mengalahkan segalanya. "mas mau aku buatkan teh dulu ga?" "ga usah sayang, kamu mandi aja dulu terus makan atau kami makan aja dulu. kamu sempet masak ga tadi?" fiani menggeleng. "tadi siang aku cuma dadar telur aja mas" "ya udah kamu mandi dulu, biar mas pesenin makan habis kamu siap siap semoga aja makanannya datang" "makasih ya mas" fiani bergegas menuju kamar untuk menyiapkan keperluan billa dan salin suaminya baru ia mandi. 30menit fiani sudah aktifitasnya ia segera menuju ruang tamu disana bian sedang memangku billa sambil mengusap punggung anaknya. "cepet makan dulu sayang, habis makan baru kita gantian. tapi tolong ambilkan mas minum ya? seret billa ga mau lepas" bian nampak tersenyum pasrah karena baru 30menit ia sudah merasa pegal dan kesulitan untuk melakukan hal lain bagaimana istrinya selama sehari harus menggendong putrinya. "iya mas, tunggu bentar ya" "ini mas, aku makan dulu ya ntar kita gantian" "iya sayang" huft sebelum makan fiani menarik nafas badannya terasa sangat lelah hari ini billa benar benar rewel karena demam. dengan gerakan cepat fiani menghabiskan makanan yang bian belikan karena ia kasihan melihat ekspresi bian tadi saat didekap erat oleh billa. "mas, ayo sini gantian aku yang ajak billa sekalian mau aku gantikan dulu bajunya. jadi ke rumah sakit kan mas?" fiani meraih tubuh billa kedalam gendongannya. "iya jadi sayang, mas tadi udah telpon rumah sakitnya untuk daftar. mas mandi dulu terus makan baru kita berangkat" "iya mas" mereka bersama masuk kedalam kamar. tepat setelah maghrib bian dan fiani mengantar billa kerumah sakit untuk bertemu dokter dan billa diputuskan harus dirawat inap selama beberapa hari dikarenakan demamnya yang terus naik turun dan tubuhnya sudah mulai lemas. sebagai orang tua bian dan fiani merasa terpukul gadis kecil mereka harus merasakan sakitnya ditusuk jarum suntik namun semua demi kesembuhan billa mereka setuju. "bapak sama ibu sudah mas telpon dan besok pagi baru mas suruh kesini biar gantian jaga. kamu ga apakan cuti dulu ngajar? atau ga lusa biar mas yang cuti supaya kami ga kelamaan cuti" "iya mas gitu aja, mas ga lagi sibukkan dikantor?" "ga kok sayang, besok mas selesaikan kerjaan supaya lusa bisa cuti gantian sama kamu" "iya mas" fiani menatap sendu kearah ranjang dimana billa sekarang berbaring. setengah jam setelah dipasang infus billa baru bisa tidur tanpa harus didekap oleh fiani atau bian. "sudah, jangan sedih. semoga saja billa cepat sehat dan ceria lagi. mas carikan camilan dulu sebentar ya sama ambil tas billa di mobil" bian mencoba menenangkan fiani yang sejak tadi terus merasa khawatir. "iya mas, aku disini jaga billa takutnya nanti kebangun" "iya sayang, kamu mau dibelikan apa?" "apa saja mas, jangan lupa air mineral ya mas" "iya sayang, mas keluar dulu ya" fiani duduk dikursi dekat ranjang ia menatap sendu wajah lelap billa, ini kali pertama billa dirawat. biasanya billa hanya mengalami demam biasa dan akan reda setelah beberapa hari, namun kali ini berbeda setelah melakukan tes darah ternyata ada bakteri itu yang menyebabkan kondisi billa menjadi seperti sekarang. "cepat sehat sayang, bunda sedih lihat billa lemas begini nak" tak terasa setetes air mata mengalir ke pipi fiani, sebagai seorang ibu tentu ia merasa tak tega melihat buah hatinya terbaring lemas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN