32

1201 Kata

Mata Mawar terbuka perlahan, dan silaunya cahaya membuat ia mengerjap beberapa kali. Begitu melihat ke samping, pandangannya langsung terhenti pada Kris–yang dengan wajah tegang–sedang menatapnya juga. "Kenapa?" tanyanya lirih. "Kamu udah sadar?" Pertanyaan Kris membuat kening Mawar berkerut. Sambil bertanya-tanya di dalam hati kenapa Kris bertanya seperti itu, Mawar mencoba duduk, tetapi tenaganya tidak ada, membuat tubuhnya kembali terhempas bahkan kali ini diiringi dengan denyutan di kepala. "Aku kenapa, sih?!" tanyanya kesal. Sedari dulu, Mawar benci sakit. "Hanya tekanan darah yang rendah. Tidak ada masalah serius. Nanti saya resepkan obat. Tadi saya juga sudah menyampaikan ke asisten rumah tangga mengenai makanan apa saja yang baik dikonsumsi atau justru dihindari." "Darah? Oh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN