Tapi Tiba-tiba Kak Joni berbalik mensejajarkan langkahnya lalu merangkul pinggangku dengan erat sampai tubuhku sangat menempel ke tubuhnya. 'Astaga ada apa dengan kak Joni? Tadi marah sekarang berperilaku manis begini. Benar-benar berkepribadian ganda.' **** Pov Sahira Aku tidak tahu jalan pikiran kakakku itu, pemikirannya sangat susah di tebak. Setelah dengan emosi meledak-ledak dia membanting telepon genggamku, dan memaksaku melayani nafsunya sekarang dia kembali meledakkan semua emosinya padaku. Sungguh aku tidak mengerti, yang paling menyakitkan adalah dia menyebutku seorang jalang. Aku tidak tahu kenapa dia men cap ku seperti itu, apa hanya karena aku sudah tidak mempunyai sesuatu yang berharga lagi dalam hidupku? Kalau untuk itu aku juga merasa kecewa kepada diriku sendiri karen

