Dengan patuh aku duduk di samping kemudi, tampaknya Mario sangat marah dengan kelakuanku. Aku tak peduli, ku arahkan pandangan ku menghadap ke jendela mobil. Suasana di dalam mobil menjadi sunyi dan beku. Lalu lalang jalanan ibukota lenggang tak ada kemacetan yang berarti, Mario bebas ngebut dijalanan seperti ini. Hingga tak lama mobil terhenti di lobi sebuah apartemen dikawasan elite. "Turun!" Perintahnya dingin. Aku pun turun dari mobilnya. Welcome to the hell Sahira Riandi **** Dalam bayang cermin aku terpaku, menatap diriku dengan perasaan yang tak menentu. Tak ada air mata dan tak ada rasa, semua terasa hambar. Ku tatap diriku dalam cermin besar, menampilkan tubuhku yang hanya berbalut selimut putih untuk yang kedua kalinya. Namun, kali ini aku tidak se histeris dulu. Rasanya h

