Dengan sangat senang aku memeluk kakak ku yang menyebalkan itu. Namun, seolah jijik kak joni melepaskan pelukanku dengan cepat. Dia menarikku untuk segera keluar dari apartemen Mario. Apa sekarang aku sudah bisa bebas, dan bisa puas menikmati hidupku lagi? **** Suara musik di radio mengalun indah memenuhi seisi mobil. Dua orang manusia sibuk dengan pemikiran masing-masing hingga menciptakan kebisuan diantara keduanya. Jam menunjukan pukul 8 malam. Kedua insan berbeda usia itu seolah tak terganggu dengan suara-suara merdu yang keluar dari tape mobil. Sahira diam dengan perasaan yang berkecamuk. Dia tidak berani bahkan walau hanya sedikit menoleh ke samping kemudi. Kakaknya terlihat serius dengan air muka yang dingin seolah tidak ingin diganggu. Kedua matanya fokus lurus melihat jalan

