Ch 15. GODAAN UNTUK KEJUJURAN

1574 Kata

Aroma semur jengkol dan sambal terasi yang kuat menguar di udara. Suara berisik penjual yang sibuk memasak di dapur bersahutan dengan orang-orang yang memesan makanan. Ivy dengan perasaan canggung, duduk di sebuah warteg pinggir jalan. Di hadapannya Adam tampak dengan lahap menikmati makan siangnya dengan nasi sebakul. Senyuman lebar tergambar di wajah Adam, dadanya berdebar kencang, makan bersama dengan Ivy walaupun hanya di warteg baginya kesan romantis. Dia merasa seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan. “Kenapa gak makan, Neng? Ayo dimakan nasinya keburu dingin!” tegur Adam saat menyadari sedari tadi Ivy hanya diam tanpa menyentuh makanan di piringnya sama sekali. “Ehm, saya gak akan berlama-lama disini. Saya cuma pengen tahu jawaban Abang dari tawaran saya tadi.” balas Ivy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN