Suara genderang bertalu-talu terdengar ditabuh ketika Telapak Iblis dan Mahalini melangkah menuju sebuah lembah yang cukup tersembunyi di dalam Alas Purwo. Suara genderang itu adalah ucapan selamat datang bagi para tamu yang biasa dikumandangkan oleh Suku Panah Merah. Tak banyak tamu yang pernah berkunjung ke lembah itu. Namun, hari ini Telapak Iblis dan putrinya menjadi tamu kehormatan bagi Suku Tanah Merah yang menghuni sebuah lembah misterius, yang tak pernah diketahui letaknya secara pasti. Lembah itu bernuansa gelap, padahal matahari sedang bersinar benderang hari itu. Bagian atasnya tertutup naungan pohon-pohon raksasa yang membentuk kanopi. Lantai lembah ditumbuhi dataran berumput tebal bak beludru dengan sebuah liang besar di tengahnya. Liang ini tak terlihat, karena tertutup oleh

