Suara embusan angin, keciap burung, dan tetesan embun menyadarkan diri Panji Panuluh yang tubuhnya tersangkut ranting-ranting pohon. Ia merasakan nyeri tiada berkira di sekujur tubuh. Beberapa luka gores dan lecet terlihat di sekujur tubuh. Bahkan baju yang ia pakai terlihat robek di sana-sini. Yang ada di ingatan Panji pertama kali adalah kitab Wasiat Iblis yang diamanahkan kepadanya. Ia hendak bergerak, tetapi posisinya kini tersangkut di atas pohon. Ia melihat ke bawah, masih cukup tinggi untuk melompat. Jalan satu-satunya untuk turun dari atas pohon adalah memanjat turun. Ia menebar pandangan ke sekeliling, mencari keberadaan Dewi Selandang Merah, sebab kali terakhir yang ia ingat adalah saat ia dan wanita berselendang merah itu terjun dari jurang yang teramat tinggi di atas sana, men

