Api yang tersulut di penginapan itu sontak meluas, melahap seluruh dinding yang terbuat dari kayu. Asap tebal mengepul menyesakkan d**a. Asap itu bergulung, menyusup ke pintu-pintu kamar. Kepanikan tak bisa terhindarkan. Para tamu berlarian keluar penginapan sambil berteriak-teriak. Api menjilati semua yang ada tanpa terkecuali. Perabot-perabot kayu yang mahal, semua ditelan bulat-bulat oleh api. Penginapan besar itu membara, memancarkan cahaya kemerahan di gelap malam. Asap juga mulai masuk ke kamar Dewi Selendang Merah. Perempuan itu sudah waspada sedari tadi, berhasil membangunkan Panji Panuluh yang lelap tertidur. Tentu Panji sangat terkejut dengan kejadian ini. Apalagi ia masih merasakan matanya sangat berat. Namun, tak ada waktu untuk bertanya-tanya. Mereka segera mencari jalan kelu

