Kumbara melangkah dalam keadaan tangan terikat, mengikuti rombongan yang bergerak cepat menyusur hutan. Hari mulai gelap, tetapi rombongan itu tak peduli. Semak dan ranting mereka terabas begitu saja, bahkan binatang-binatang kecil yang coba menghadang dilibas juga. Kumbara benar-benar tajk tahu siapa pria-pria bertampang mengerikan ini. Yang jelas, paras mereka menggambarkan kalau mereka adalah sosok yang buas dan tanpa belas kasih. Tak ada keceriaan tergambar di sana. Gelap kini benar-benar menyelimuti hutan. Suara binatang-binatang mulai menjerit menyambut malam yang sunyi. Kepala rombongan itu memerintahkan anak buahnya berhenti. Di hadapan mereka terdapat sebuah padang kosong berumput basah yang dikelilingi pepohonan. Tanpa mengucap sepatah kata pun, rombongan itu mulai bekerja. Beb

