Jasad Jalak Biru tergeletak dengan kepala retak, karena tertancap sebuah benda berupa sisir yang terbuat dari gading. Bagas Jayanata yang seharusnya meregang ajal malam itu, telah diselamatkan oleh seorang pria misterius tanpa sengaja. Bagas Jayanata masih bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok pendekar yang muncul tiba-tiba ini? Dalam kegelapan malam yang membutakan mata, ia hanya melihat sosok itu bertengger di dahan pohon sambil tertawa membahana, memenuhi malam. Sepasang matanya berkilauan mengeluarkan cahaya, seperti mata seekor kucing di kegelapan. “Mohon tampakkan dirimu wahai Tuan Pendekar! Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuan. Terlepas kau ingin membantuku atau tidak, yang jelas berkat dirimu, aku masih bisa bernapas hingga detik ini,” ucap Bagas Jayanata dengan

