Bab 74 Sosok dalam Kegelapan

1929 Kata

Suara lengkingan Sekar Tunjung membahana memecah malam. Mahalini merasa murka, karena tak dapat menyelamatkan gadis itu. Ia ingin berontak melawan Pangeran Api Abadi, tetapi apa daya ia bukanlah lawan yang sebanding. Pangeran itu cukup menghentakkan jari-jarinya di punggung Mahalini, sehingga gadis itu kini dalam keadaan kaku tak bergerak. Ia tak bisa berteriak, hanya air mata yang meleleh di pipinya, merasa sedih atas kematian Sekar Tunjung. Pangeran Api Abadi merasa di atas angin. Dibawanya gadis itu menembus malam yang dingin dan berkabut, menapak bebatuan kapur dengan cepat. Gerakannya begitu ringan menapak tebing curam, terus naik menuju ke gua gunung kapur yang tersembunyi. Mahalini hanya pasrah. Semua usaha yang dilakukan untuk bisa kabur dari gua itu hanya berujung kegagalan, mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN