Tama menarik napas panjang. “Awalnya mereka terkejut. Bahkan ibumu sempat tak percaya. Tapi setelah aku jelaskan, mereka terdiam lama, lalu akhirnya hanya bilang satu hal, jaga anak itu baik-baik, Tama.” Teringat lagi dengan apa yang Dinda katakan tadi, lalu wanita itu mendelik tajam pada Roan yang menjadi tersangka sementara bagi sang istri. Tama mencoba menjelaskan kalau mungkin saja Roan bukan ayah biologis Leon, tapi bagi Dinda selama instingnya yang berkata, dia tak akan melepaskannya dan meminta Tama untuk tidak ikut campur. Air mata menggenang di mata Rhea, dia memejamkan mata sesaat. Dia teringat wajah kedua orang tuanya, bayangan kasih sayang yang sudah lama tidak dia rasakan sepenuhnya. “Mereka … tidak marah?” bisiknya. Tama menggeleng lembut. “Tidak. Justru mereka ingi

