"B*go banget!" umpatan yang Mas Prabu ucapkan saat aku baru saja masuk ke dalam mobilnya. Orang kantor yang Mas Prabu suruh untuk menjemputku sudah pulang dan digantikan dengan dirinya sendiri yang menjemputku. Tatapan mata pria itu tajam, dia menarik tanganku dan menghirupnya. Seolah dia berusaha mendeteksi apakah aku baru saja merokok atau tidak. "Aku enggak merokok, Mas. Enggak ngevape juga. Aku enggak ngapa-ngapain," ucapku saat Mas Prabu mengambil tanganku yang satunya lagi. "Diam." Menuruti perintahnya. Aku terdiam sampai Mas Prabu menjalankan mobilnya. "Tadi ke mana? Nongkrong di mana? Sama siapa aja? Ngapain aja kamu?" tanyanya bertubi-tubi. Aku meliriknya takut-takut. "Aku kan sudah bilang berkali-kali Mas. Aku praktikum. Praktikumnya lama, jadi aku tel-" ucapku mendadak terhe

