Part 50

1589 Kata
* * * * * * * * * Part 50 * * * * * * * * *   "Yaudah, ayo." Akhirnya Vale menyetujui permintaan Gani, dengan mengajak cowok itu agar mengikutinya  y a n g akan berjalan ke halte bus  y a n g ada di depan sekolah. Vale kini sudah terlihat santai  d a n  kalem lagi,  t i d a k  seperti sebelumnya  y a n g salah tingkah hingga tergagap dalam berbicara lantaran harus menghadapi tatapan Gani  y a n g serasa menghipnotisnya.  k a r e n a  merasa di butuhkan, Vale kini sudah kembali lagi menjadi sosok cewek keren  y a n g memang sanggup melakukan hal hal  y a n g  l u a r   b i a s a  . Seperti saat ini lah contohnya, dengan menolong Gani untuk bisa sampai ke rumahnya. Ya ampn menyebutkannya saja sudah terba y a n g lucunya seperti apa. Vale benar benar gemas sendiri dengan sikapnya hari ini, juga sikap Gani  y a n g lucu banget  k a r e n a  gak tau jalan. “Oke. Thank you ya, Vale. Gak keba y a n g deh kalo gak ketemu lo, gue pasti bakal nginep di sekolah.” Gani berterima kasih pada Vale, seraya membayangkan jika sampai ia  t i d a k  bertemu Vale. Meski itu  j e l a s   di lebih lebihkan padahal Gani sudah bersiap untuk memesan taksi. Tapi ya gak apa, lumayan kan buat melemparkan jurus dalam pendekatan, dengan memuji muji sang objek agar terlihat sangat berguna. Tapi Vale memang sangat berguna sih, buktinya saat ini  y a n g di lakukannya semata untuk menolong Gani  y a n g se d a n g kesusahan, kurang berguna apa coba sikap Vale  y a n g  l u a r   b i a s a   itu? * * * * * * * * * * * * * * * * * * Past , Present , and Future * * * * * * * * * * * * * * * * * * Pukul tiga sore, suasana halte bus  t i d a k  terlalu ramai mengingat jam pulang sekolah sudah lewat sejak setengan hingga satu jam  y a n g lalu. Banyak siswa  y a n g sudah pulang sejak bel berbunyi,  t i d a k  seperti Vale  d a n  Gani  y a n g tampak mengulur waktunya hingga baru bisa pulang saat ini. Saat ini juga belum memasuki jam pulang kerja, sehingga suasa halte menjadi  t i d a k  terlalu ramai oleh para pengunjung transportasi masal  y a n g ramah kantong itu. Pasalnya, meski sejauh apa pun perjalananmu, tarif angkutan umum ini  t i d a k  akan berbubah  d a n  tetap segitu gitu saja. Hal ini lah  y a n g membuat Vale lebih suka menaiki bus di kotanya ini ketimbang angkot  y a n g panas  d a n  gerah. Bus ini kan di lengkapi penyejuk ruangan sehingga  t i d a k  kegerahan, meski minusnya adalah harus lebih sabar menunggu saja. Tapi akhir akhir ini, pemprov semakin menambah aramada angkutan ini kok sehingga jumlah nya semakin banyak. Hal tersebut membuat waktu tunggu para penumpangnya  t i d a k  terlalu lama lantaran arma d a n ya  y a n g memang sudah sangat banyak. Vale semakin senang saja dengan kemajuan moda transportasi ini, hingga membuatnya semakin yakin untuk  t i d a k  perlu menggunakan kendaraan pribadi selama sekolah. Lagian menggunakan angkutan umum saja sudah sangat efektif kan, untuk apa Vale capek capek membawa motor atau mobil lagi ke sekolah, bensin  d a n  parkirnya malah lebih mahal deh. Belum lagi biaya perawatan.  d a n  di sinilah mereka. Vale  d a n  Gani maksudnya, tentu saja. Memangnya siapa lagi. Sejak tadi kan kita se d a n g membahas dua insan  y a n g sejak tadi bersikap salah tingkah menggemakan itu. Siapa sangka, Vale bisa pulang bareng Gani kayak gini? Nunggu dihalte bus deket sekolah c u m a berdua-duaan doang. Gak ada  y a n g gangguan, serta keadaannya  y a n g  t i d a k  terlalu ramai sehingga kedekatan mereka berdua sangan berlangsung dengan khidmat. Vale sepertinya harus bersyukur dengan hal hal  y a n g terjadi hari ini, sebab mengantarkannya hingga berakhir berdua dengan Gani seperti ini. Gak sia sia juga Vale pulang belakanga, hobi barunya itu memang kini sering mengulur ulur waktu jam pulang agar  t i d a k  cepat sampai ke rumah, ka d a n g Vale  h a n y a   berkeliling menelusuri sekolahnya tanpa melakukan apa pun.  y a n g penting ia sudah mengulur waktu sehingga pulang ke rumah  t i d a k  terburu. Vale benar benar se d a n g berada di fase  t i d a k  betah di rumah, sa y a n g sekali ia  t i d a k  punya uang banyak. Jika saja Vale memiliki banyak uang, kemungkinan besar ia akan lebih memilih minggat  d a n  tinggal di kosan saja alih alih menetap di rumah  y a n g terasa panas sekali oleh keributan orang tuanya  y a n g tak kunjung usai. Papa  y a n g ringan tangan, Mama  y a n g tak berdaya, ucapan ucapan Mama  y a n g ka d a n g memang memancing amarah Papa. Hingga terjadi lah pertengkaran hebat  y a n g selalu membuat Vale menutupi telinganya rapat rapat agar tak mendengar. Mari lupakan permasalahan keluarganya  y a n g terasa menyulitkan itu,  y a n g  h a n y a   membuat Vale sakit kepala  d a n  menderita serentetan penyakit  y a n g membuatnya bergidik sendiri. Darah tinggi, anemia, vertigo,  d a n  masih banyak lagi  k a r e n a  kelakuan orang tuanya itu. Belum lagi sosok kakak  y a n g juga terasa semakin jauh, membuat Vale terasa semakin sendirian  d a n   t i d a k  berteman dengan siapa pun. Benar benar tak ada hal lain  y a n g membuatnya betah untuk berada di rumah. Maka dari itu Vale sering sekali mencari kesibukan lain di luar rumah, bahkan meski waktu libur sekali pun ia lebih memilih pergi ke luar. Entah ke kafe atau toko buku, atau pun ia pergi ke kafe untuk menghabiskan beberapa buku dalam satu hari. Apa pun di tempuh cewek itu agar melupakan sejenak masalahnya,  y a n g sialnya gak bisa Vale lupakan juga  k a r e n a  ia akan terus menyaksikan hal tersebut ketika pulang ke rumah. Lihat lah ucapannya tadi,  y a n g mengatakan untuk melupakan permasalahan keluarganya sejenak  k a r e n a  kini fokus nya adalah se d a n g bersama Gani. Nyatanya, Vale masih memikirkan hal tersebut  d a n  membahas kemalangan kemalangan lain  y a n g menyeret kebahagian keluarganya hingga nyaris tak bersisa. Bahkan Vale sudah lupa rasanya menjdi bagian dari keluarga  y a n g bahagia. Definisi bahagia saja Vale sudah  t i d a k  ingat. Saat ini, Gak ada siapa pun diantara mereka. Tapi, sialnya, sifat Vale  y a n g selalu nyerocos kalo dideket orang, bisa jadi pendiem banget gini c u m a  k a r e n a  satu orang cowok. Gani. Siapa lagi emang, si cowok ganteng  y a n g selalu sukses bikin Vale salting gak karuan  h a n y a    k a r e n a  satu tatapan  y a n g terasa seperti menghipnotis dirinya itu. Jadi gak aneh kalo Vale  y a n g biasanya nyerocos terus bisa mendadak diem,  d a n  bingung banget harus membuka topik apa untuk berbicara dengan Gani. Vale rasanya tengah menjaga kosa katanya agar  t i d a k  menyebutkan hal hal aneh  y a n g membuat Gani malah menatapnya semakin aneh, Vale se d a n g  t i d a k  ingin terlihat jelek untuk saat ini. Terutama di hadapan Gani, tentu saja Vale  t i d a k  menginginkan hal itu terjadi. Maka, demi menghindari hal hal konyol  y a n g  t i d a k  di harapkan  y a n g kelak akan Vale sesali seumur hidup  k a r e n a  melakukan tindakan bodoh, cewek itu memilih untuk diam untuk beberapa saat  d a n  membiarkan keheningan hinggap di antara mereka. Menatap hamparan jalan raya  y a n g selalu di warnai oleh kendaraan kendaraan  y a n g melintas di hadapan mereka, seolah menjadi aktivitas  y a n g tengah mereka lakukan untuk mengisi waktu luang hingga ada bus tujuan ke rumah mereka melintas sehingga mereka bedua bisa segera bergegas dari sana. Namun, selama bus tersebut belum melintas,  y a n g di lakukan keduanya  j e l a s    h a n y a   berdiam diri saja sambil menatap hamparan jalan di depannya itu. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o  B e  C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN