* * * * * * * * * Part 49 * * * * * * * * *
"Lo, serius?" Vale bertanya lagi memastikan terkait ucapan Gani sebelumnya y a n g mengatakan akan ikut pulang bersamanya itu. Vale masih menatap Gani t i d a k yakin, ini beneran mau pulang bareng? Naik bus? Bareng bareng di dalam bus gitu? Jalan kaki bersama menuju halte bus? Wow, lucu banget ya. Vale belum pernah punya pengalaman seperti ini sebelumnya, jika hal ini sungguh akan terjadi, maka hal ini akan menjadi pengalaman pertamanya untuk jalan jalan atau pulang bareng bersama cowok menggunakan bus. Lucu banget, menggemaskan juga kalo di bayangkan. Tapi kali ini Vale gak akan C u m a membayangkan k a r e n a hal tersebut memang akan terjadi, Gani y a n g mengajaknya sementara Vale h a n y a perlu menyetujuinya saja. d a n t i d a k ada alasan bukan untuk Vale menolak ajakan ini? Tentu saja t i d a k ada. Vale malah akan mengangguk dengan riang, tapi tentu saja ia t i d a k akan melakukan hal tersebut jika t i d a k ingin mempermalukan dirinya lebih lanjut.
Gani mengangguk. Mengiyakan pertanyaan Vale sebelumnya y a n g meragukan perihal ajakannya itu, sampai menanyakan apakah Gani serius atau t i d a k . Cowok itu masih tetap tenang, dengan tersenyum sambil mengangguk meski cewek y a n g ada di hadapannya itu mati matian tengah menutupi suara detak jantungnya y a n g tak karuan k a r e n a sikap Gani y a n g di rasa membuat hatinya bersemu. Pipinya bahkan tak mampu menyembunyikan rona merah saat Gani menatap Vale secara terang terangan, y a n g di balas oleh Vale y a n g berusaha mengalihkan pan d a n gannya k a r e n a salah tingkah menghadapi Gani seperti ini. Namun, Gani j e l a s tetap tenang menghadapi sijap cewek itu, d a n h a n y a tertawa dalam hati menghadapinya. Vale memang lucu sekali, sangat t i d a k salah jika Gani gemas hingga ingin selalu menggoda cewek itu dengan mendekatinya seperti ini. Mungkin Gani benar benar akan melakukan proses pendekatan dengan sangat aneh agar bisa dekat dengan Vale, cewek ini sukses menarik perhatiannya sejak hari pertama ia masuk. Terlebih sikap sikap lainnya y a n g beriringan muncul pasca pengantaran cewek itu ke kelas Gani.
"Trus, kenapa lo enggak naik bus aja? Kan di depan sekolahan ada halte, lo bisa nunggu di situ." Vale t i d a k langsung menyetujui ajakan Gani, cewek itu lebih memilih untuk menjadi rasional alih alih terlihat seperti cewek gampangan h a n y a k a r e n a kebucinan semata. Vale gak mau ya kadar kekerenannya luntur tak bersisa h a n y a k a r e n a kasmaran y a n g membuatnya terlihat memalukan. Harga dirinya tetap y a n g paling utaman, d a n jangan lupakan sikap Vale y a n g selalu terlihat l u a r b i a s a ini. Hingga tentu saja Vale tak boleh menjadi gampangan dengan menyetujui ajakan Gani tanpa berkelit. Maka agar tetap terlihat keren, Vale berusaha untuk menanyakan hal paling masuk akal saat Gani malah mengajaknya pulang bersama. Alih alih cowok itu pergi saja pulang dari tadi naik bus, bukannya malah menunggu hingga bertemu dengannya seperti ini. Benar kan?
"Gue gak tau arah jalan pulang." Gani akhirnya memberikan jawaban y a n g terdengar memalukan, hal tersebut bahkan di tandai dengan ekspresi cowok itu y a n g juga menahan malu saat menyatakan jawaban tersebut. Tangan Gani sudah menggaruk pelan kepalanya y a n g sama sekali t i d a k gatal k a r e n a rasa malu akibat t i d a k mengetahui jalan pulang. Sebab, dirinya kan memang masih baru di lingkungan sini. Jika niak bus, ia harus menghafal rute bus y a n g memang lumayan rumit. Sayangnya, Gani t i d a k hafal rute bus y a n g serumit itu dalam waktu singkat. Maka dari itu ia masih maju mundur untuk naik bus atau t i d a k . Tadinya bahkan ia berencana untuk naik taksi saja, tapi saat melihat sosok Vale, sepertinya cewek itu lebih bisa di andalkan di banding ia harus menyerah dengan menaiki taksi k a r e n a gak tau arah jalan pulang. Oke, ini sunggung memalukan rasanya bagi Gani k a r e n a perkara gak tau jalan ini. Vale pasti akan melihat ke arahnya dengan aneh.
"Hah?" Benar kan, Vale melongo menatapnya t i d a k percaya . seolah ingin mengumpat tapi t i d a k tega, kasihan juga sepertinya melihat Gani tampak kebingungan d a n hopeless h a n y a k a r e n a gak bisa pulang. Vale sungguh gak bisa menyembunyikan wajahnya y a n g nyaris ingin tertawa, tapi berusaha di tahannya. Gani j e l a s menangkap hal tersebut d a n cukup memaklumi sikap Vale, sebab dirinya ini kini terlihat sangat memalukan k a r e n a t i d a k tahu jalan. Seperti nya besok besok Gani harus membedah google maps atau rute rute bus agar terhindar dari tragedy semacam ini y a n g sangat memalukan. Atau se t i d a k nya ia harus memastikan agar supirnya menjemput dengan tepat waktu. Oh salah, seperti nya Gani benar benar harus menghafal jalanan di sini agar bisa membawa kendaraan pribadi d a n t i d a k lagi terjebak dalam situasi konyol semacam ini y a n g h a n y a memalukan namanya sendiri seperti saat ini. Gani benar benar harus melakukan hal tersebut demi menjaga nama baiknya sendiri ke depannya.
V a l e masih belum melanjutkan ucapannya. Ia h a n y a menatap Gani dengan pan d a n gan t e r h e r a n h e r a n k a r e n a s a t u f a k t a y a n g s a n g a t menggelikan itu. Ya ampun, ini cowok beneran b**o atau emang gak tau jalan sih? Masa, dia gak tau jalan kerumah nya sendiri? Trus, gimana dia pulang? Kok persis kayak anak TK y a n g kehilangan o r a n g t u a n y a di mall sih, eh salah, malah kayak Vio gak sih y a n g kebingungan gini. U n t u n g b a n g e t k a n G a n i k e t e m u V a l e , c o b a b a y a n g i n kalo dia ketemu sama Vio d a n melontarkan permasalahannya pada cewek itu, mungkin saat ini Gani se d a n g bingung bersamaan dengan Vio tanpa mendapatkan halan keluar terkait permasalahannya itu. Bisa bisa mereka berdua menginap di sekolah d a n di temukan oleh siswa lainnya keesokan pagi, y a n g melihat mereka t i d a k pulang. Oke, ini terasa semakin jauh d a n gak mungkin terjadi kayaknya. Gani j e l a s gak sebodoh itu kok, pasti Gani tadi sudah mau naik taksi kan sampai bertemu dengan Vale y a n g terlihat seperti malaikat penolong d a n akan memberikan jalan keluar y a n g l u a r b i a s a atas permasalahan y a n g di alami oleh Gani. Ini hiperbolis lagi, tapi ya gak papa kalo Vale y a n g melakukannya.
Gani y a n g ditatap seperti itu oleh Vale c u m a bisa nyengir doang. Cowok itu t i d a k tahu lagi harus bereaksi seperti apa k a r e n a memang faktanya begitu, jadi Gani tak mengelak atau melakukan pembelaan lagi sebelum semakin terlihat memalukan jika sampai di perpanjang pembicaraan ini, maka Gani h a n y a pasrah saja saat Vale senyam senyum seolah ingin tertawa atau pun tengah mengata ngatainya di dalam hati. Gani j e l a s menerima hal tersebut k a r e n a memang begini dirinya adanya. Toh ia melihat harapan besar dari sosok Vale y a n g akan membantunya untuk menyelesaikan permasalahannya y a n g t i d a k bisa pulang atau t i d a k tahy jalan pulang ini. Vale terlihat akan membantunya mengingat cewek ini memang cekatan, cepat tanggap d a n aktif pula. t i d a k salah Gani sangat mengagumi sosok Vale y a n g terlihat l u a r b i a s a ini. Bahkan dari jauh pun aura l u a r b i a s a Vale sudah terpancar, Gani benar benar ingin lebih dekat dengan sosok ini untuk mengenal lebih jauh sebab Vale terlihat keren sekali di matanya. Meski salah tingkahnya menggemaskan, bukan kah itu mengonfirmasi terkait cewek itu y a n g juga tertarik dengan dirinya?
Aih, ganteng-ganteng kok oon sih nih orang. Batin Vale lagi saat melihat raut wajah Gani y a n g tampak pasrah dengan keadaannya itu, d a n h a n y a akan menuruti apa pun y a n g kelak akan keluar dari mulut Vale, sebab tak ada lagi y a n g bisa di percayai saat ini selain dirinya. Gani seolah t i d a k punya pilihan lain sebab y a n g ada saat ini ya h a n y a Vale, jadi mau t i d a k mau Gani tetap akan menurut d a n percaya saja pa d a n ya. Dari pada gak bisa pulang kan. Vale sih seneng seneng aja, dia jadi keliatan kayak pahlawan dong bagi Gani y a n g sedang kesusahan, dengan datang menawarkan bantuan y a n g se d a n g di butuhkan cowok itu. Vale pasti terlihat keren banget deh, k a r e n a sudah jadi penyelamat Gani di situasi genting seperti ini. Vale y a n g tadi salah tingkah saat di tatap oleh Gani, kinis sudah berubah kembali menjadi sosok Vale y a n g penuh percaya diri k a r e n a memiliki value y a n g memang berguna untuk Gani y a n g kini tengah membutuhkannya. Sepertinya Vale memang selalu memiliki jalan untuk terus terlihat keren, bahkan saat dirinya tadi sudah terlihat aneh banget k a r e n a salah tingkah. Tapi Tuhan selalu bisa memberikan jalan jalan seperti ini, y a n g membuatnya kembali di kagumi oleh Gani lantaran terlihat bagaikan penyelamat.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o B e C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *