Part 43

1750 Kata
  * * * * * * * * * Part 43 * * * * * * * * *   Ricky  y a n g emang rasa kepo nya agak ningkat kalo udah berurusan sama Vio ya dengan cepat mengikuti mereka. Ricky juga ka d a n g heran kenapa ia harus melakukan ini, hal hal aneh  y a n g tergolong kurang kerjaan  k a r e n a  harus mengikuti sama cewek  y a n g menyita perhatiannya itu. Padahal kan masih banyak cewek lain  y a n g lebih lucu  d a n  imut dari pada Vio. Tapi memang perhatiannya saat ini se d a n g tersita oleh satu cewek  y a n g ia anggap menggemaskan dengan sikap polos  d a n  lucu nya itu. Ricky benar benar tak bisa mengelak betapa ia geas sekali ingin mendekati Vio  y a n g terkesan menjauhinya dengan sikapnya  y a n g lagi lagi lucu serta menggemaskan.  d a n  di sinilah dia, menguntit Vio. Sudah lebih dari 20 menit dia di sini, tapi Lala, masih aja nempel kayak prangko sama Vio, gimana Ricky mau nyamperin nya coba? Ya, selain Vale  y a n g sifatnya emang agak tomboy, Lala juga sekarang jadi ketularan dia. Emang ya kalo bertemen gitu ka d a n g ka d a n g sifat satu sama lain suka saling menular, ya gak papa sih kalo sikapnya bagus,  y a n g kesel itu kalo sifat jelek  y a n g harus merembet ke mana mana. Lihat lah Lala  y a n g kini galak  d a n  liciknya udah nyaris menyerupai Vale atau bahkan bisa di bilang gak ada be d a n ya. Ricky sampai heran kenapa dua orang itu terasa seperti anak kembar dalam hal pemikiran, mungkin  k a r e n a  kelewat sering sama sama kali ya. Lala ini lumayan cepat tanggap juga dalam berpikir atau merencanakan sesuatu, pantas saja Vale senang untuk berpartner dengan cewek itu, terlebih saat harus menghadapi sosok Bhisma  y a n g juga penuh tipu daya dalam melancarkan aksi aksi rencana anehnya itu. Meski Ricky teman Bhisma, tapi ia sangat mengakui jika rencana Bhisma itu selalu aneh. Ralat, dengan berurusan dengan Vale secara berkepanjangan saja sudah aneh, tak perlu jauh jauh membahas tentang rencananya  y a n g panjang lebar  d a n  sering gagal itu. Kalo di pikir pake logika kan, ya ngapai juga Bhisma mau mauan berurusan dengan Vale sampai detik itu. Bales dendam kok gak ada habisnya, ini malh namanya lempar lemparan terus. Setiap kali Bhisma melakukan aksi  y a n g membuat Vale kesal bukan main, cewek itu juga akan menyusun rencana untuk melakukan serangan balik. Lalu saat Vale menyerang balik, Bhisma sukses terpancing untuk memikirkan serangan balik juga dalam melawan Vale. Hal tersebut seolah tiada akhir  d a n  terus berlanjut entah sampai kapan. Sebagai teman  y a n g baik  d a n  selalu mendukung sahabatnya dalam segala kondisi, maka Ricky  h a n y a   mengikuti saja apa  y a n g Bhisma rencanakan pada Vale meski sering ngedumel jika hal tersebut  j e l a s   gak masuk akal  d a n  C u m a buang buang waktu doang. Manfaatnya tuh apa? Bhisma dapet apa kalo abis isengin Vale? Rasa kepuasan batin  y a n g ga terduga? Yaa sepertinya semacam itu. Bhisma  y a n g selalu ngerasa senang setiap rencananya berjalan dengan mulus lalu mendapati Vale  y a n g kesal setengah mampus  k a r e n a  ulahnya itu.  d a n  dari pada ribut di toko buku c u m a  k a r e n a  cewek lemot kayak Vio, mending dia nyari kesempatan  y a n g pas. Kesempatan  y a n g lagi lagi datengnya susah banget  k a r e n a  yaa itu, Vio selalu di ikutin Lala di mana pun berada. Ricky harus benar benar mencari celah atau waktu  y a n g tepat saat Lala  t i d a k  bersama Vio,  y a n g itu sulit sekali, tapi gak mungkin gak ada kan? Pasti ada dong, Ricky C u m a harus sabar  d a n  tetap memantau sampai saat nya itu tiba lalu ia akan maju deh untuk mendekati Vio tanpa ada gangguan dari Lala  y a n g pasti akan ribet banget itu. Yaa, gimana dong, hal hal  y a n g berhubungan dengan Lala  d a n  Vale itu pasti akan ribet. Semacam birokrasi pemerintah  y a n g  l u a r   b i a s a   di persulit. Waw, sungguh perumpamaan  y a n g sangat cocok untuk mereka berdua.  d a n  sekarang, berhubung Lala se d a n g pergi ke kasir untuk membayar salah satu buku nya, otomatis Vio sendiri dong? Ricky  j e l a s   tak menyia nyiakan kesempatan tersebut   d a n  buru buru untuk memanfaatkannya, sebab kesempatan ini gak bakal dateng dua kali. Atau nantu Lala keburu dateng lagi dengan ngerusuh, gak enak juga kan rusuh di tempat umum begini, Ricky masih waras  d a n  gak mau jadi bahan tontonan pengunjung lainnya  k a r e n a  keramaian  y a n g bisa terjadi jika Lala kembali  d a n  mendapati dirinya tengah menggoda Vio.  d a n  di sinilah Ricky, di belakang Vio. Setelah sejan tadi  h a n y a   menguntit  d a n  mengikuti cewek itu sampai sejauh ini, akhirnya dateng juga kan kesempatan untuk bisa menghampiri Vio ini. "Hei, kok pergi?" Ricky keheranan saat Vio malah pergi begitu saja, setelah tadi tuh cewek sempat berbalik  d a n  melihat ke arahnya, lalu langkahnya malah puter balik lagi  d a n  buru buru pergi meninggalkan Ricky entah  k a r e n a  alasan apa. Ricky  j e l a s   kebingungan, ia berusaha mengejar  d a n  mensejajari langkahnya dengan Vio. Tapi cewek itu enggan untuk menghentikan langkahnya meski Ricky terus mengikuti nya berjalan. Hingga akhirnya cowok  y a n g dari tadi menguntitnya ini berjalan beberapa langkah di depan Vio, lalu mengha d a n g langkah cewek itu dengan berdiri di hadapannya. Ricky akhirnya menghentikan langkah Vio dengan merentangkan kedua tangan di depannya. Pertanda bahwa ia menghalangi langkah cewek itu agar  t i d a k  bisa pergi ke mana mana  k a r e n a  Ricky sudah memblokir jalan atau pun akses untuk cewek itu melangkah. "Lo kenapa sih? Masih marah, hem?" tanya Ricky, berusaha untuk berkomunikasi dengan Vio  k a r e n a  cewek itu  y a n g kini tengah menghindarinya. Ricky gak bisa di hindarin begini, dia udah susah payah mencari waktu untuk bisa mendekati Vio  y a n g sejak tadi di buntuti Lala. masa giliran dapet kesempatan malah mau di hindarin sama Vio, sia sia dong sejak tadi Ricky ngikutin Vio sepanjang jalan  d a n  menunggu saat saat  y a n g tepat buat berbicara berdua dengan Vio gini. Maka Ricky  y a n g gak tahan pun akan memper j e l a s   semunya dengan Vio  k a r e n a   t i d a k  tahan. Jika memang Vio masih marah  k a r e n a  hal kemarin, ya Ricky tentu akan minta maaf  d a n  menyelesaikan perkara itu agar  t i d a k  berlarut. Dari pada ia di hindari oleh Vio terus menerus kan. "Kamu mau apa sih? Minggir, aku mau nemuin Lala." Vio enggan menjawab ucapan Ricky, cewek itu memilih untuk mengalihkan ucapannya dengan mengatakan ingin menemui sahabat karibnya itu. Ya ampun, bukannya dari tadi mereka udah ketemu ya? Udah berapa banyak waktu  y a n g mereka lalui berdua, masih aja mau deket deket. Heran. Kok ya gak ada bosennya. Ricky  j e l a s   gak akan ngebiarin hal itu terjadi, tanpa di temuin pun Lala nanti pasti bakal nyariin Vio.  y a n g artinya kesempatan ini tuh gak akan lama. Ricky gak mau menyia nyiakannya sebelum Lala mengambil alih Vio lagi. Ingat kan betapa susah nya Ricky untuk mendapatkan kesempatan ini  k a r e n a  Lala  y a n g selalu menempel dengan Vio. Bikin susah aja. Sreeeet. Ricky  y a n g gemas akhirnya menarik tangan Vio  d a n  mendudukannya di salah satu kursi kembar  y a n g ada di ujung ruangan. Tubuh cewek ini begitu ringan, membuat Ricky dengan mudah untuk membawa sosok itu pada bangku  y a n g ada di sana hingga terduduk mengikuti gerakan tangannya itu. Ricky gemas sekali, ingin merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya. Tapi tentu saja untuk saat ini gak mungkin dong, bisa bisa Vio malah histeris ketakutan.  y a n g ada Ricky malah bakal di kira penculik, mana Vio suka heboh sendiri juga. Untuk menghindari hal tersebut, lebih baik Ricky  t i d a k  melakukannya untuk saat ini kan. Biar kan saat nya tiba nanti, ia pasti bisa merengkuh  d a n  memeluk cewek ini. Iya, nanti. Gak tau sih kapan, tapi Ricky yakin pasti waktu nya bakal tiba kok. Cepat atau lambat sih, tapi jangan lambat lambat juga deh. Kalo gitu, lebih baik secepatnya. Ricky akan membawa Vio ke dalam pelukannya. Jadi, biarkan ia meluruskan masalah  y a n g kini melanda mereka terlebih dahulu agar Vio tak lagi menghindarinya. "Gue minta maaf, Vio..." kata Ricky  y a n g sudah  t i d a k  tahan dengan sikap Vio  y a n g menghindarinya, lalu menyerah untuk minta maaf saja pada cewek itu agar masalah ini cepat kelar  d a n  Vio  t i d a k  perlu lari larian lagi seperti ini. Beruntung Vio gak berontak pas Ricky menduduki cewek itu pada kursi  y a n g tersedia di sana. C u m a mukanya aja  y a n g gak mau liat Ricky, alias membuang wajahnya ke segala arah agar  t i d a k  melihat Ricky.  * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o  B e  C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN