* * * * * * * * * Part 44 * * * * * * * * *
Ah gemas sekali ya Vio jika se d a n g ngambek d a n marah begini, wajah imutnya semakin menggemaskan. Jadi, sudah berapa kali Ricky mengatakan bahwa Vio menggemaskan. Benar. Tak terhingga. Separah itu kayaknya level kebucinan Ricky untuk saat ini. Cewek imut nan lucu ini seolah membuatnya jadi seperti ini, membuat cewek itu seolah menjadi magnetnya d a n ia se d a n g tertarik pada me d a n magnet itu k a r e n a memang energinya y a n g begitu kuat. Ricky sampai t i d a k bisa untuk jauh jauh atau pun menghindarinya.
"Vio gak marah sama kamu, Ricky." Balas Vio dengan nada y a n g terdengar capek buat menghadapi Ricky, padahal dia baru jawab sekali. Tapi na d a n ya udah kayak orang y a n g nge j e l a s in berkali kali. Heran, Vio kenapa sih? PMS apa ya? Oh, jadi PMS cewek polos tuh kayak gini. Ricky makin gak paham buat mahamin sikap cewek. Kirain PMS Vio beda. Eh tapi kan ini baru dugaan, Ricky gatau tuh Vio PMS beneran atau enggak.
Vio terlihat makin kesal saja dengan cowok di depannya ini, apalagi melihat wajahnya y a n g sok polos itu. Aih. Vio lagi dalam mode gak mau di ganggu, apa lagi sama Ricky. Kenapa cowok itu gak paham sih, meski emang bener Vio masih kesal. C u m a ya gak mau ngomong ngomong lah, harus nya Ricky sadar diri aja dong.
"Kalo gak marah, senyum dong." saat Vio gak menanggapi kata-kata Ricky, cowok ini malah mengangkat kedua tangannya, d a n menaruh masing-masing jari telunjuk di pipi nya sendiri. Seolah menunjukan cara untuk tersenyum pada Vio, y a n g padahal kan Vio juga tau kalo senyum tuh kayak gitu. Tapi Ricky berupaya untuk membuat cewek itu t i d a k uring uringan lagi d a n berusaha sabar menghadapinya. Harus pelan pelan emang kalo menghadapi cewek, di butuh kan kesabaran ekstra y a n g l u a r b i a s a . Beruntung Ricky juga anaknya sabar banget, jadi melihat sikap Vio y a n g seperti ini masih oke lah. Vio belum menyebalkan banget kayak cewek cewek pada umumnya. Malah lucu gak sih marahnya, muka imutnya duh liat deh, antara mau marah tapi gak tega gitu.
"Hem, gini nih" sekali lagi, cowok ini memperagakan dengan gaya cengiran khas nya. Cowok itu tersenyum lebar sambil menunjukan sederet giginya y a n g berbaris rapi, hingga membuat senyumnya tampak manis. Ralat. Manis sekali. Sudut bibir y a n g terangkat di setiap ujung pipinya, semakin memuat wajahnya tampak menawan. Terlebih ke dua matanya juga ikut tersenyum saat sudut bibirnya itu tertarik ke atas. Tangannya masih menempel di ke dua pipinya seraya menunjukan cara tersenyum pada Vio, y a n g justru membuat cowok itu tampak semakin imut dengan gaya seperti itu. Seperti seorang guru TK y a n g tengah menyuruh anak didiknya untuk selalu tersenyum ceria dalam mengisi hari harinya y a n g penuh warna. Begitu lah penampilan Ricky saat ini di hadapan Vio.
Bukannya menanggapi Ricky, Vio malah mengalihkan pan d a n gannya ke arah lain. Tadi, cewek itu sempat menoleh pada Ricky saat Ricky berusaha menunjuka caranya tersenyum pada Vio, y a n g mana pertanda jika Vio t i d a k marah. Vio y a n g penasaran kan jadi ingin melihat ekspresi Ricky saat itu y a n g tengah berusaha untuk merayunya agar t i d a k menghindar dari cowok itu. Namun, berikutnya Vio menyesal k a r e n a sempat menoleh pada Ricky y a n g mana membuatnya menjadi dalam bahaya seperti ini. Senyum Ricky tampak mengun d a n gnya untuk tersenyum juga, k a r e n a manis sekali. Vio gak bisa menolak untuk mengakui hal tersebut k a r e n a memang itu lah faktanya. Vio kan anaknya gak bisa bohong, meski C u m a dalem hati pun Vio gak bisa bohong. Ia rasanya ingin mengatakan keras keras kalo Ricky itu manis banget tolong.
Tau gak sih, ngeliat Ricky kayak gitu, pipi Vio malah bersemu merah dengan sangat lucu. Makanya dia ngalihin pan d a n gannya. d a n entah kenapa, dia jadi pengen ikutan nyengir kalo liat Ricky nyengir gitu. Tapi Vio berusaha nahan nahan agar gak tersenyum juga, nanti y a n g ada Ricky malah kesenengan dong. Saat ini kan Vio lagi berperan ngambek, masa iya harus luluh C u m a gara gara liat cengiran Ricky y a n g mengun d a n g itu. Vio harus bertahan. Ya benar! Alhasil, kini Vio seperti orang y a n g menahan mules C u m a gara gara nahan senyum. Dia gak boleh senyum. Gak boleh, nanti aja senyam senyumnya kalo Ricky udah gak ada. Duh lagi Ricky kenapa lucu banget gitu sih, Vio kan gak tahan sama perlakuan cowok itu kalo gini caranya. Kayak ada deg deg ser gitu loh y a n g di rasain Vio, enak enak lucu.
"Aw..." Vio meringis saat merasakan sebuah sabetan kecil mendarat di telinganya, sehingga membuatnya kesakitan. Tangannya buru buru mengusap telinga itu k a r e n a rasa sakit y a n g masih terasa k a r e n a ulah Ricky. Vio makin sebel k a r e n a ulah Ricky itu d a n melotot ke arah cowok itu saking keselnya, enak aja main sentil sentil Vio. Ricky kok jadi k*******n dalam pedekate gini sih. Eh, emang nya mereka pdkt ya? Duh mikirin hal itu Vio jadi malu sendiri, oh jadi gini rasanya pdkt. Vio kayaknya belum pernah deh, pantes berasa deg deg ser gitu. Tapi Vio tetep sebel k a r e n a Ricky sentil sentil Vio sembarangan kayak gitu, Vio gak suka ya kalo Ricky iseng nya kayak gitu.
Kesal k a r e n a Vio mengabaikannya, Ricky malah menjentikkan tangannya di daun telinga Vio dengan agak keras, tapi saat Vio menatapnya dengan tajam, cowok itu malah nyengir lagi. Ricky berusaha mengalihkan fokus Vio dengan cengirannya itu, k a r e n a cowok itu tau saat tadi ia nyengir sambil memperlihat kan sederet giginya, Vio berusaha untuk menahan senyum pertanda bahwa cewek itu t i d a k tahan melihat cengirannya. Ricky j e l a s gak mau menyia nyiakan kesempatan itu dong dengan nyengir terus, bodo amat deh kalo giginya abis ini kering k a r e n a kebanyakan nyengir. y a n g penting aksi nya untuk dekat dengan Vio berjalan lancar, y a n g penting cewek ini gak ngambek lagi sama Ricky. Kayaknya Ricky rela kalo di suruh nyengir terus sampe malem demi Vio supaya gak ngambek lagi. Gak papa deh. Ya ampun, kayaknya Ricky lama lama udah terverikasi tingkat kebucinannya. Gak nyangka ya Vio bisa buat Ricky sampai segininya, ya abis Vio juga menggemaskan sih. Ricky kan jadi gemes sendiri liatnya.
Se d a n gkan Vio sendiri, Aih, bener deh, Vio paling gak bisa liat Ricky nyengir, manis bangeeettt. Vio gak bohong sih ini. Senyum Ricky itu manis manis menggemaskan, entah emang kayak begitu, atau emang efek k a r e n a Vio lagi suka aja sama Ricky? Apa pun itu Vio tetap menyukainya. Cewek itu y a n g semula mengalihkan pan d a n gannya dari Ricky malah mendadak jadi betah kan buat liatin Ricky terus k a r e n a magnet y a n g tercipta dari cengiran khas nya itu. Vio jadi gagal deh buat pura pura ngambek d a n kini malah fokus ngelihatin Ricky saking terpananya dengan senyuman itu. Vio jadi malu sendiri kan kalo kayak gini, Ricky bisa banget buat bikin Vio jadi gak marah lagi. Eh, gak gitu sih, Vio masih berusaha buat marah kok. Tapi ia tetap mau menikmati senyuman Ricky y a n g manis itu, y a n g kini tengah berlangsung di hadapannya. Berkah banget kan bisa meman d a n gi anugerah ciptaan Tuhan dari dekat begini, Vio rasanya ingin bersyukur sebanyak banyaknya. Vio seneng banget bisa liat senyuman Ricky y a n g mana sukses untuk membuatnya ikut tersenyum juga. Nular banget deh senyum Ricky itu. Atau Vio aja sih y a n g emang lagi kasmaran dengan cowok itu.
Lain lagi dengan Vio d a n Ricky, Lala malah dibikin kelabakan nyariin sahabat nya y a n g lemot itu. Lala sudah menoleh ke kanan d a n ke kiri , berusaha untuk menjelajahi area toko buku dengan pan d a n gannya sebelum melangkah untuk menelusuri area toko buku y a n g lainnya untuk mencari sahabatnya itu. Namun, sejauh mata Lala meman d a n g, ia tetap tak menemukan sosok sahabatnya itu. Lala bener bener makin bingung di buat Vio y a n g tiba tiba hilang itu, ini Lala berasa ngajak jalan anak berumur lima tahun y a n g hilang di dalam mall. Apa tan d a n ya Lala harus ke pusat informasi demi mencari Vio y a n g entah berada di mana? Ya ampun, y a n g ada petugas informasi nanti malah nanya, umur teman Lala itu berapa. Kalo misal di sebut umurnya udah mau tujuh belas tahun kan yaa malu dong. Masa anak segede gitu masih di cariin sih. Tapi ini Vio gitu loh, tingkah nya aja masih kayak anak berumur lima tahun.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o B e C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *