* * * * * * * * * Part 41 * * * * * * * * *
Pesan y a n g di kirim dikertas pesawat? Hem, lucu juga. Temuin ahh, siapa tau aja pengagum rahasia gue, mau nyatain cinta mungkin. Haha. Vale y a n g iseng pun memilih untuk mencari tahu isi pesan tersebut dengan mencocokan pada tempat y a n g tertulis di kertas itu, untuk melihat siapa sebenarnya sang pengirim, apakah ia mengenalnya, d a n siapa y a n g di tujunya, kalo memang benar Vale, tujuannya itu apa? Berbagai macam pikiran seketika berkecamuk di kepala Vale. Memenuhi isi kepalanya dengan berbagai pertanyaan terkait dengan isi surat dari pesawat kertas y a n g sukses menggugah rasa penasarannya. Vale y a n g emang se d a n g mengulur waktu untuk sampai rumah, memilih untuk menelusuri pesan ini saja dari pada harus buru buru pulang ke rumah.
Vale tertawa geli sendiri memikirkan apa y a n g sekarang ada dipikirannya. Gak mungkin banget. Jaman sekarang masih ada secret admirer? Norak banget. Vale melipat kertas itu menjadi seperti bentuk awal semulanya. Pesawat. Lalu ia membawanya dengan asal di tangannya, untuk di tunjukkan nanti saat ia bertemu dengan si pengirim y a n g kemungkinan besar berada di taman entah untuk tujuan apa. Vale h a n y a iseng saja mencari tahu semua ini k a r e n a memang t i d a k ada kerjaan, suasana sekolah juga sudah sepi, jadi ia t i d a k akan bingung saat ke taman belakang sekolah nanti k a r e n a harus menebak nebak siapa kiranya orang y a n g akan ia temui. Sebab, sudah pasti ia h a n y a akan bertemu dengan si pengirim surat, k a r e n a t i d a k ada alasan siswa lain masih berada di sekolah untuk saat ini k a r e n a jam pulang sudah berlalu sejak setengah jam y a n g lalu.
Vale bergegas melangkahkan kakinya ketempat tujuan. Taman. Ah, Vale jadi penasaran siapa orang iseng ini. Vale kini sudah yakin bahwa surat ini memang di tujukan untuknya k a r e n a memang h a n y a Vale y a n g paling mungkin melintasi koridor tadi, awalnya ia ingin mengiri kertas itu h a n y a kertas terbang biasa dari dalam kelas. Ternyata ada isi pesannya y a n g membuat Vale tercengang d a n penasaran untuk mencari kebenarannya. Mungkin Vale t i d a k akan pulang dengan tenang jika belum mengetahui y a n g sesungguhnya, Vale memang anaknya sepenasaran itu, maka dari itu ia memilih untuk mengikuti instingnya y a n g memang menginginkan untuk mengikuti perintah dalam pesan tersebut y a n g mengun d a n g rasa tanya begitu besar dalam benaknya itu.
Melewati koridor sekali lagi, d a n kali ini, entah kenapa Vale merasa ada sesuatu y a n g beda dengannya. Perasaan, y a n g gak pernah dirasain sebelumnya sama dia. Dia ya, sosok y a n g sudah di pendam dalam benak Vale belakangan ini, di biarkan mengendap begitu saja, agar t i d a k perlu lagi muncul k a r e n a h a n y a akan menyakiti perasaannya. Vale berusaha mengubur dalam dalam perasaan d a n gelenyar aneh y a n g sering tumbuh di hatinya saat membahas tentang dia, y a n g mana h a n y a akan berujung menyakiti hatinya sendiri jika di teruskan untuk di bahas lebih lanjut. Se d a n gkan saat ini, ia justru mampu untuk melupakannya sejenak k a r e n a rasa penasaran y a n g besar untuk bermain tebak tebakan dengan surat ini. Vale memang butuh banyak pengalihan agar bisa membuang jauh jauh perasaan anehnya itu. Menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas y a n g membuatnya bisa melupakan sejenak masalah y a n g terjadi dalam hidupnya.
Apa mungkin k a r e n a kertas ini? Ah gak mungkin. Emangnya Vale salah satu artis dramatis y a n g sekali dapetin surat cinta langsung jadi kayak orang gila, gitu? Vale kan lebih cocok jadi anak realistis y a n g gak gampang terpedaya oleh suatu hal, k a r e n a berpikri terlampau realistis setiap kali di hadapkan dengan berbagai masalah. Hal itu cukup berguna dalam mengobati rasa sakitnya y a n g terka d a n g menyiksa, hingga Vale memilih untuk melakukan hal hal egois semata h a n y a untuk melindungi diri d a n perasaannya sendiri tanpa memikirkan hal lain. Sebab y a n g terpenting kala itu memang perasaannya y a n g hancur, bagaimana bisa ia harus memikirkan orang lain, jika dirinya saja lebih banyak butuh peratian ketimbang siapa pun di dunia ini. y a n g sayangnya bahkan t i d a k Vale dapatkan.
d a n satu lagi, ini kan bukan surat cinta. Vale masih membahas surat pesawat tadi, bisa bisanya ia berpikir demikian, padahal isi surat itu h a n y a menyuruh untuk ke taman sekolah. Kenapa bisa bisanta Vale sampai berpikir bahwa itu adalah surat cinta? Atas dasar apa gitu loh? Ya j e l a s gak ada. Gak atas dasar apa apa. Vale emang C u m a kerajinan d a n iseng aja rasanya berpikir demikian. k a r e n a se d a n g sendirian d a n t i d a k ada y a n g mengganggu – k a r e n a biasanya ada suara suara berupa suara Lala d a n Vio y a n g tak pernah absen menemaninya saat di sekolah, Vale jadi memikirkan banyak hal aneh y a n g biasanya t i d a k terlintas di dalam kepalanya. Vale mendadak imajinatif saat menemukan sesuatu y a n g padahal t i d a k begitu penting.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o B e C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *