Part 46

1391 Kata
* * * * * * * * * Part 46 * * * * * * * * *   Ricky  y a n g melihat kepergian Vio  h a n y a   bisa pasrah membiarkan cewek itu kembali di tarik oleh sahabatnya lantaran keperluan mereka di tempat ini sudah selesai,  y a n g mana  h a n y a   untuk mengantarkan Lala membeli keperluannya di toko buku ini. Ricky tak lagi mengotot untuk mengejar Vio  k a r e n a  merasa urusannya hari ini memang sudah selesai, ia sudah berhasil untuk berbicara dengan Vio meski  h a n y a   sebentar, hal tersebut seolah sudah lebih dari cukup agar Ricky  t i d a k  menyudahi hari ini dengan di landa rasa penasaran lantaran tak kesampaian berbicara dengan Vio. Meski cewek itu  t i d a k  benar benar secara verbal mengatakan bahwa ia sudah  t i d a k  marah lagi, tapi hal tersebut di rasa sudah cukup untuknya. Vio  y a n g tak bisa mengelak akan kehadiran Ricky, meski masih bersikap sok marah, tapi tetap saja tak mampu untuk mengalihkan perhatiannya saat Ricky tersu tersenyum  d a n  menggp d a n ya meski sikap Vio berkali kali seperti ogah ogahan. Se t i d a k nya dari sana Ricky sudah yakin bahwa masalahnya dengan Vio sudah selesai, buktinya sebelum kepergian cewek itu tadi, Vio bahkan tak mampu mengalihkan perhatiannya dari Ricky meski sudah di seret Lala. Sampai sampai Vio  t i d a k  fokus untuk melihat jalan  k a r e n a  harus melihat ke arah Ricky  y a n g  h a n y a   bersembunyi di balik rak selagi Lala datang untuk mengajak Vio pulang. Vio  y a n g menyadari kehadiran Ricky pun tak dapat melepaskan pan d a n gannya dari sana hingga sosok itu menghilang  d a n  menjauh dari pan d a n gan Ricky  y a n g masih berdiri di antara rak toko buku. Cowok itu tampak santai, membiarkan Vio  d a n  Lala menjauh terlebih dahulu  k a r e n a  Ricky juga  t i d a k  terburu buru. Tangannya kini menggapai salah satu buku  y a n g tertangkap di raknya, lalu iseng untuk membaca sinopsisnya. Ia melakukan hal tersebut pada beberapa buku  y a n g tertangkap oleh matanya, hingga bosan sendiri  k a r e n a   t i d a k  menemukan satu pun judul  y a n g menarik. Hal itu membuatnya segera bergerak dari posisinya untuk pulang juga,  k a r e n a  Vio  y a n g mulai  t i d a k  terlihat lagi pertanda memang sudah jauh. * * * * * * * * * * * * * * * * * * Past , Present , and Future * * * * * * * * * * * * * * * * * * "Vale, kok, di sini?" Seorang cowok menyapa cewek  y a n g ia rasa dikenalnya,  y a n g juga menggunakan baju seragam dengan badge sama seperti cowok tersebut, pertanda bahwa cewek itu memang satu sekolah dengannya. Cowok tersebut juga sudah berdiri di dekatnya,  k a r e n a  tadi berusaha memastikan bahwa ia  t i d a k  salah melihat orang,  k a r e n a  malu kan jika memanggil dari jauh  d a n  ternyata malah salah orang. Lebih baik di pastikan dulu, dengan mendekati sosok itu  d a n  memastikan bahwa cewek itu benar benar Vale  y a n g ia kenal. Cewek  y a n g pernah mengantarkannya ke kelas saat baru pertama masuk sekolah. Ia  j e l a s   tak bisa melupakan hal tersebut. Vale melompat kedepan saat suara itu mengagetkannya. Ya ampun, hampir aja dia jantungan. Dengan cepat, Vale berbalik, ingin melihat orang  y a n g sudah mengagetkannya tadi. Vale se d a n g  t i d a k  fokus  k a r e n a  banyak pikiran, jadi ia agak shock saat ada suara  y a n g mencatutkan namanya  d a n  hal tersebut membuatnya terkejut  k a r e n a   t i d a k  mengantisipasi hal tersebut. Mungkin sebaiknya Vale harus mengurangi kadar melamunnya jika  t i d a k  ingin mati  k a r e n a  serangan jantung  h a n y a    k a r e n a  terkejut saat se d a n g melamun, lalu namanya di panggil  d a n  Vale  t i d a k  mengantisipasi hal tersebut. Oke, itu rasanya agak menyeramkan, Vale  j e l a s    t i d a k  mau hal tersebut terjadi. Lagi pula kenapa ia pakai melamun sih, mana memikirkan hal hal  y a n g gak penting pula. Bahaya banget juga kan sendirian gini melamun, kalo misal Vale di hipnotis gimana? Tiba tiba ada  y a n g menepuk pundaknya lalu merapalkan mantra mantra  y a n g membuat kesadarannya terkikis lalu mengikuti semua ucapan seorang atau sekelompok orang  y a n g berniat jahat kepa d a n ya. Oke, hal tersebut merupakan skenario paling mengerikan, Vale gak sanggup harus kehilangan harta benda  y a n g ia gunakan,  y a n g mana  t i d a k  seberapa juga, tapi harus di ambil. Paling  h a n y a   ada hp  d a n  dompet  y a n g berisi atm  d a n  uang tunai  y a n g  h a n y a   berkisar lima ratus ribu. Cukup banyak untuk ukuran anak sekolah, sebab Vale suka khawatir ada apa apa di jalan  d a n  ia membutuhkan uang tunai  y a n g cukup banyak untuk mengurus keperluannya, maka dari itu ia selalu sedia uang tunai di dalam dompetnya agar hal tersebut bisa di antisipasi. Tapi, oh God, tiba-tiba aja seluruh tubuh Vale seakan gak bisa digerakin. Kayaknya sosok  y a n g ada di hadapannya ini setara dengan tukang hipnotis, sebab Vale benar benar terhipnotis oleh paras nan rupawan  y a n g ada di depannya ini,  y a n g mana sangat memanjakan  d a n  menyegarkan indera penglihatannya itu. Padahal, C u m a  k a r e n a  tatapan  d a n  senyum orang ini. Mungkin tanpa butuh mantra atau ucapan apa pun, cowok ini bisa menghipnotis  h a n y a   dengan senyum menawannya  y a n g bisa membuat tulang tulangnya lemas  d a n  lunglai seketika. Niat  y a n g sudah ditanamkannya di dalam hati untuk memberikan satu tonjokan kepada orang ini seakan sirna seketika. Boro-boro nonjok dia, ba d a n  gue aja lemes. Berdamage banget emang sosok di hadapannya ini,  d a n  Vale sangat mengakui hal tersebut  k a r e n a  hatinya  y a n g kini tengah melompat riang gembira  k a r e n a  tak sengaja bertemu dengan cowok ini di luar sekolah. Aih. Dramatis banget ini orang. Vale kayaknya emang harus mempertimbangkan bahwa ia cocok jadi penulis  k a r e n a  sangat imajinatif dalam merangkai kata kata dramatis. Hal hal  y a n g biasa saja mendadak jadi  l u a r   b i a s a   saat berlangsung di pikiran Vale. Mungkin Vale harus mulai menuangkan isi pikirannya itu ke dalam bentuk kata kata agar lebih berguna. Oke, Vale kayaknya udah banyak banget memikirkan bakatnya  y a n g gak habis habis padahal Vale gak melakukan satu pun dari banyaknya pikiran tersebut.  y a n g Vale lakukan tetap menjalani kehiupannya mengikuti arus tanpa ada niatan untuk melakukan hal hal  y a n g heroik  d a n  bisa mengubah hidupnya dalam sekejap. Kayaknya Vale terlalu mager juga buat melakukan hal hal seperti itu.  * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o  B e  C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN