Felix membenamkan wajahnya di p******a Kayla yang masih tertutup pakaian. Dia hirup aroma tubuh Kayla yang memabukkan. Sementara tangan kanannya sudah bergerilya ke bawah dan menggerayangi kulit paha Kayla. Dielusnya paha mulus itu hingga membuat Kayla melenguh. Sementara tangan kirinya juga tak tinggal diam, dia aktif memberikan remasan-remasan lembut di p******a Kayla.
"Kamu menginginkannya juga, Sayang," bisik Felix begitu tangannya naik menuju pangkal paha Kayla. Dia bisa merasakan celana dalam Kayla yang mulai lembab. Diciumnya leher dan juga telinga Kayla untuk semakin membangkitkan hasrat wanita itu.
"Pakkk jangannn-."
Kayla mencoba menahan tangan Felix yang ingin masuk ke dalam celana dalamnya. Namun dia terpekik saat akhirnya Felix sudah lebih dulu memainkan jarinya di sana. Kayla pun sekuat tenaga berusaha menolak. Namun sialnya tubuhnya malah seolah menginginkan sentuhan itu.
Tubuh Kayla menegang saat Felix semakin menggerakan jarinya kian cepat. Kayla bahkan mati-matian harus menahan desahan yang ingin keluar dari bibirnya. Hingga akhirnya dia tak sanggup lagi menahannya. Dicengkramnya lengan Felix saat badai itu datang menerpanya.
"Aahhh," desahan Kayla lolos. Tubuhnya merosot lemas setelah mengalami pelepasannya yang pertama. Sementara Felix tersenyum menatap Kayla. Dia menundukkan wajahnya lalu mencium bibir Kayla. Tangannya menyingkap baju yang dipakai Kayla hingga ke bagian d**a. Tak lupa dia juga membuka pengait bra Kayla. Hingga kini p******a Kayla terpampang nyata di hadapannya.
Langsung saja Felix mengulum ujung p******a Kayla. Dia gerakan lidahnya untuk menyedot putingnya hingga membuat Kayla semakin mendesah.
"Pakkhh ahhh..."
Kayla tak kuasa menahan godaan akibat serangan yang dilakukan Felix. Dia menjambak rambut Felix saat dosennya itu melahap payudaranya dengan buas. Sementara bagian bawahnya bergesekan dengan milik Felix yang sudah sangat tegang.
"I want you Kayla," bisik Felix serak. Dia meneguk ludahnya dengan susah payah. Dia pun menggendong Kayla menuju kamarnya. Sebelah kakinya dia gunakan untuk mendorong pintu agar tertutup. Sementara dia melanjutkan langkahnya untuk merebahkan Kayla di atas kasur.
Felix melepasi pakaiannya dengan tak sabaran. Kini dia sudah telanjang dengan hanya celana dalam yang masih melekat di tubuhnya.
Kayla memalingkan wajahnya saat melihat Felix menelanjangi dirinya sendiri. Dia ingin kabur dari sini tapi entah kenapa tubuhnya seakan tidak bisa bergerak. Ada bagian dari dirinya yang juga menginginkan hal ini terjadi. Hingga Kayla tak sadar Kalau ternyata Felix sudah menarik lepas rok yang dia pakai. Lalu laki-laki itu pun mulai menindihnya lagi.
"Kamu cantik, Sayang."
Felix kembali mencium bibir Kayla. Sementara bagian bawahnya dia gesekkan di pangkal paha Kayla. Dia ingin membuat Kayla semakin pasrah dan menerimanya.
Kayla tak sadar mengangkat kepalanya saat Felix berusaha meloloskan baju yang masih melekat di tubuhnya. Hingga kini dirinya benar-benar sudah telanjang. Dia terbuai dengan ciuman Felix yang begitu memabukkan. Apalagi sentuhan-sentuhan yang dilakukan Felix terasa semakin nikmat.
"Mikayla."
Felix melebarkan kaki Kayla. Dia menarik lepas celana dalamnya dan mulai mengarahkan miliknya memasuki milik Kayla. Dia sudah benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi. Dengan sekali dorong akhirnya dia pun sudah kembali berada di dalam Kayla.
"Aaakkhh..."
Kayla terpekik saat merasakan Felix memasukinya lagi untuk yang kedua kalinya. Dia bisa merasakan sesak dan penuh dengan milik Felix. Hingga laki-laki itu menggerakkan pinggulnya dengan perlahan.
"Arghs s**t! Mikayla." Felix mengerang disertai dengan menyebut nama Kayla disetiap hujamannya. Dia benar-benar merasakan nikmat yang tak terkira. Miliknya terasa begitu dimanjakan oleh milik Kayla.
Felix tadinya membawa Kayla ke rumahnya untuk dikenalkan dengan Mamanya. Namun, saat dia sampai rumah ternyata tidak ada siapa-siapa. Dia kesal dengan Kayla yang selalu saja mendebatnya. Makanya dia mencium bibir Kayla tadi. Sialnya apa yang dia lakukan itu malah membangkitkan hasratnya.
Felix kalap dan akhirnya mencium bibir Kayla dengan intens. Dia juga menyentuh bagian-bagian tubuh Kayla yang semakin meningkatkan gairahnya. Hingga akhirnya dia menggendong Kayla dan membawanya ke kamar. Kayla pun tak menolak lagi karena dia sudah dikuasi gairah yang diciptakan oleh Felix.
Di kamarnya itulah Felix kembali mencumbui Kayla. Dia memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Kayla lupa diri. Hingga akhirnya untuk yang kedua kalinya mereka menyatu seutuhnya. Felix akhirnya bisa merasakan berada di dalam Kayla kembali. Dan benar saja rasanya begitu nikmat hingga dia tidak ingin menghentikannya.
Kayla mendongakkan wajahnya ke atas. Tangannya meremas seprai kasur dengan kuat saat merasakan Felix semakin melebarkan kakinya dan memompanya dengan cepat.
Sementara Felix menggeram dan semakin membenamkan dirinya di dalam Kayla. Dia meraih tangan Kayla dan menggenggamnya. Sementara wajahnya dia benamkan di lekukan leher Kayla.
"Mikayla," lirih Felix parau.
Felix menambah tempo gerakan pinggulnya. Wajahnya menunduk dan meraih ujung p******a Kayla untuk dihisapnya. Sementara yang sebelahnya lagi dia remas dengan lembut.
Kayla pun memindahkan tangannya menuju rambut Felix. Dijambaknya rambut tebal dosennya itu saat dia tidak mampu lagi menahan pelepasannya. Hingga dia tersentak seiring dengan keluarnya cairan itu lagi dari miliknya.
"Aaahh..."
Felix semakin mempercepat hujamannya. Dia menekan miliknya dalam-dalam saat pelepasan itu hampir tiba. Hingga akhirnya dia mengerang panjang bertepatan dengan keluarnya cairan kenikmatannya di dalam Kayla. Kayla pun kembali mengalami pelepasannya berbarengan dengan Felix. Dia mencengkram punggung Felix saat rasa lega itu menyambutnya.
***
Kayla terduduk di atas tempat tidur Felix dengan selimut membungkus tubuhnya. Air matanya luruh karena bisa-bisanya dia kembali mengulangi hal itu bersama Felix. Sementara Felix berusaha menenangkan Kayla.
"Saya minta maaf Kayla. Tapi saya janji akan tanggung jawab. Saya akan nikahin kamu." Felix menyentuh bahu telanjang Kayla yang tak tertutup selimut.
Kayla menggelengkan kepalanya. Dia tetap menangis. Kali ini untuk yang kedua kalinya dia membiarkan Felix menyentuhnya. Bahkan mereka dalam keadaan sadar. Sangat sadar!
Felix mendekat dan meraih Kayla ke dalam pelukannya. Disandarkannya kepala Kayla di d**a telanjangnya.
"Saya minta maaf Kayla. Saya akan nikahi kamu secepatnya. Saya benar-benar gak bisa menahan diri terhadap kamu. Saya menginginkan kamu Kayla." Felix mencium pelipis Kayla. Dia juga tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba berubah menjadi laki-laki m***m saat bersama Kayla. Padahal dulu dia tidak seperti ini. Dia begini semenjak dia pernah merasakan nikmatnya tubuh Kayla malam itu. Dia ketagihan untuk melakukannya lagi dan lagi.
"Saya hanya melakukannya sama kamu Kayla. Kamu harus percaya. Saya menginginkan kamu menjadi istri saya."
Kayla masih saja diam sambil menangis. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia menyesali dirinya yang dengan mudah takluk hingga Felix bisa menyetubuhi lagi seperti ini.
"Saya rasa saya mulai menyukai kamu."
Kayla mendongakkan wajahnya saat mendengar ucapan Felix barusan. Dia tidak percaya kalau Felix mulai menyukainya. Sementara yang pria itu tunjukan hanyalah ketertarikan untuk menidurinya saja.
"Bapak bohong! Bapak cuma mau tubuh saya aja!" Kayla memukul d**a Felix untuk meluapkan emosinya. Dia kesal ke dirinya sendiri yang membiarkan Felix menyentuhnya.
"Mikayla, besok saya akan datang ke rumah kamu. Saya akan lamar kamu."
Kayla menggelengkan kepalanya. "Bapak jahat." Kayla masih terisak di dalam pelukan Felix. Sementara Felix sendiri mengusap punggung Kayla lembut.
"Saya gak tau kenapa saya bisa seperti ini. Saya hanya begini sama kamu Kayla. Cuma kamu wanita satu-satunya yang pernah saya sentuh. Kamu mau ya nikah sama saya. Saya janji hanya akan menjadikan kamu satu-satunya wanita saya," bujuk Felix lagi. Dia mencium kening Kayla.
"Saya punya pacar, Pak."
"Saya akan berusaha bahagian kamu melebihi pacar kamu itu. Lagian saya yakin kalau pacar kamu tak sebaik yang kamu pikir. Percaya sama saya Kayla."
"Kenapa Bapak yakin banget pacar saya gak baik? Bapak aja gak kenal sama pacar saya"
"Tolong percaya aja sama saya Kayla. Saya akan bahagian kamu. Saya janji." Felix menangkup wajah Kayla. Lalu dia sentuhkan hidungnya di hidung Kayla.
"Percaya sama saya Kayla. Saya begini cuma karena kamu." Felix menatap mata Kayla dalam. Dia mengusap pipi Kayla lembut.
"Felix, kamu sudah pulang?"
Felix langsung melepaskan pelukannya dari Kayla. Dia turun dari atas tempat tidur dan memakai celananya dengan cepat. Dia berlari ke arah pintu untuk menguncinya. Namun rupanya gerakannya kalah cepat. Pintu kamarnya sudah dibuka lebih dulu dari luar. Sementara Kayla masih menangis dan tak memperdulikan keadaan luar. Pikirannya benar-benar buntu akibat kejadian ini.
"Kamu ngapain?" Winda menatap anaknya menyelidik saat melihat Felix yang bertelanjang d**a. Apalagi anaknya itu juga sengaja berdiri di depan pintu dan menghalangi pandangannya ke dalam.
"Gak ngapa-ngapain kok, Ma," jawab Felix cepat. Dia menahan Mamanya yang ingin menengok ke dalam kamar.
"Kamu kok mencurigakan banget? Minggir Mama mau masuk." Winda mendorong Felix dari depan pintu. Lalu dia pun melangkah masuk ke dalam. Matanya terbelalak begitu melihat kamar anaknya yang berantakan. Pakaian dan juga bantal bertaburan di lantai. Apalagi terdapat seorang wanita muda yang terduduk di atas kasur anaknya hanya dengan selimut membungkus tubuhnya.
"Felix, kamu bawa siapa? Kalian?"
Perkataan Winda menggantung di tenggorokannya. Rasanya tanpa bertanya pun dia sudah bisa menebak apa yang telah terjadi. Mengingat kamar anaknya yang seperti kapal pecah ini.
Pandangan Winda beralih menuju wanita yang ada di atas tempat tidur anaknya. Dia melangkah semakin mendekat ke wanita itu. Sementara Kayla menundukkan wajahnya takut sekaligus malu. Dia pikir dirinya akan dimaki-maki karena ketahuan tidur dengan Felix.
"Nama kamu siapa, Sayang?"
Pemikiran Kayla salah saat mendengar suara lembut wanita yang dia yakini ibu dari Felix menyapanya. Dia pun mengangkat wajahnya menatap wanita itu.
"Kayla, Tante," jawab Kayla pelan.
Winda merasa menyukai Kayla pada saat dia pertama kali melihatnya. Wanita itu bertubuh mungil dan wajahnya pun sangat cantik. Dia pun mengalihkan pandangannya ke arah anaknya. Dia tak menyangka kalau anaknya ternyata bisa seperti ini. Dia sempat mengira Felix tak suka perempuan karena tak kunjung mau menikah. Makanya dia sengaja membawa perempuan dengan berbagai macam tipe untuk meluruskan anaknya itu kembali. Tapi rupanya dia salah. Anaknya sudah menemukan pilihannya sendiri. Apalagi sudah sampai tahap main ranjang seperti ini.
"Felix nyakitin kamu?" tanya Winda lembut. Dia bisa melihat beberapa buah tanda merah ada di leher Kayla.
Kayla terdiam tak tau harus menjawab apa. Kalau secara pisik dia tidak tersakiti. Hanya saja nyeri di hatinya saat mengingat mereka telah melakukannya lagi.
"Kalian harus menikah. Kami akan datang ke rumah kamu secepatnya."
"Jangan tante-."
"Jangan kenapa sayang? Felix harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sama kamu. Dan Tante minta tolong kamu jangan minum pil penunda kehamilan ya. Tante sudah sangat ingin menimang cucu." Winda meraih pergelangan tangan Kayla lalu menggenggamnya penuh harap.