BUKAN karyawan tetap, label itu cukup membuat ku gusar mengingat sebentar lagi masa kontrak ku akan berakhir. Kalau kantor tidak memperpanjang masa kontrak ku otomatis aku harus mencari pekerjaan baru dan memulainya lagi dari awal. Kata bang Kiel inilah suka dukanya menjadi karyawan kantor. Kalau mau enak jadi PNS saja. Gaji terjamin setiap bulan dan tidak perlu risau soal masa jabatan. Bahkan ada gaji pensiun untuk hari tua. Tapi bukannya aku tidak tahu untuk menjadi PNS itu tidaklah mudah, harus bersaing dengan ribuan pelamar lainnya, membuat kemungkinan lulusnya itu hanya satu berbanding seratus. Sangat kecil. Yah, semua pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. “Lesu banget? Semangat fresh graduatenya sudah diambang batas ya?” tanya bang Iqbal. Dia ini setiap kali mengomenta

