SUDAH hampir dua bulan lamanya aku hanya sibuk bekerja. Entah ini terjadi karena aku sudah resmi menjadi karyawan tetap atau karena memang pekerjaan bulan-bulan ini yang semakin banyak. Bahkan untuk mampir ke kafe sebagai ritual wajib saja tidak sempat karena aku terlanjur lelah. Sudah terlalu sering juga ku dengar omelan ibu agar selalu menjaga kondisi badan ku. Seperti hari ini aku terkapar tak berdaya. Padahal tinggal sehari lagi libur akhir pekan, seandainya rencana sakitnya bisa ku undur, ku undur saja. Kan lumayan jatah liburnya bisa ku pakai untuk akhir tahun nanti. Ibu membawakan ku minuman jahe karena aku mengeluh kedinginan padahal cuaca diluar sedang panas. “Kamu ini sakit kok masih bisa main handphone. Istirahat dulu” ujarnya kemudian menyuruh ku untuk segera menghabiskan mi

