KABUR adalah jalan ninja ku. kabur dari kekusutan masalah. Saat tidak bisa ku selesaikan, aku terbiasa menghindar. Mencari hiburan untuk melupakan kesesakan sesaat. Kesenangan yang biasanya ku datangi adalah kehidupan virtual, dunia fiktif. Kehidupan yang bisa memberi kepercayaan lagi pada mereka yang tersakiti, bahwa segalanya masih bisa berakhir happy ending. Aku tetap melakukannya meskipun tahu kepercayaan yang ku dapat dari sana hanya semu. Aku tidak tahu apakah setelah ini aku masih bisa percaya pada laki-laki. Terlebih pada mereka yang menjanjikan keseriusan. Aku takut, ini akan menjadi batu sandungan ku untuk melangkah kedepan. “Wanita disamping mu itu bilang, kalau kamu berencana menikah bahkan tanpa restu orangtua kamu. Apa kamu nggak mikir, kehidupan rumah tangga tanpa rest

