“JARANG banget keliatan. Gimana? urusan kampus udah selesai?” tanya bang Dayat “Sudah, bang” sahut Zico. Telinga ku semakin sensitif saat mendengar suara-suara yang ingin ku dengar. Akhir-akhir ini aku hampir tidak pernah lagi berbicara dengan Zico. Terakhir kali berkomunikasi hanya melalui chat saat dia minta rekapan pengeluaran biaya bantuan banjir minggu lalu. Dia sangat jarang terlihat dicamp. Sekalinya datang hanya sebentar. Kami telaten menumpuki sudut camp dengan buku-buku hasil sumbangan dari teman-teman. Mulai dari buku dongeng, novel, resep memasak hingga buku pelajaran. Rencananya Jum’at ini kami akan berkunjung kepanti asuhan Uslatul Umam. “Bakalan sepet sih mata karena personil the real pangeran berkurang” celetuk Kak Sulis. “Kenapa berkurang?” tanya ku. “Dengar-dengar

