Langkah Luna semakin cepat menuju UKS. Ia sedih karena merasa dikhianati sahabatnya dengan kabar rumor yang sudah menyebar di sekolah. Ditambah lagi nilai ulangan yang anjlok. Pikirannya sangat kalut, ia duduk termenung sambil menundukkan kepala, kedua tangannya menutupi wajahnya. Luna menangis di UKS. Ia merasa marah, sedih, malu, dan tak punya keberanian untuk bertemu Rakha. Ia pun bingung jika Rakha mempertanyakan rumor yang tersebar tentangnya. Saat Luna menangis, tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke dalam UKS. “Luna...” Sapa Vina yang melihat Luna sedang menangis. Luna masih terdiam dan tak menjawab sapaan Vina. “Luna, kamu kenapa?” Vina berjalan mendekati Luna. Luna membuka kedua telapak tangan yang menutupi wajahnya. Terlihat mata Luna memerah dan menitikkan air mata. Tatapanny

