Merelakan Mu...

2419 Kata

Dalam perjalanan dari Jogja ke Purwokerto, senja itu Luna sendiri tanpa ditemani kakaknya. Ia memandang keluar jendela, namun tatapannya kosong, pikirannya hanya tertuju pada Rakha. “Apa yang sebenarnya ingin Rakha jelaskan? Ya Allah... Apakah ini pertanda aku akan bersamanya atau justru aku yang harus merelakannya?” Luna berbicara dalam benaknya. Malam itu hujan turun, Rakha menjemputnya di Stasiun. Dari kejauhan terlihat Rakha yang berdiri sembari tersenyum menyambut kedatangan Luna. Langkah Luna semakin mantap karena sang bintang hatinya telah menuggu di sana. Rakha melambaikan tangan pada Luna. “Hei... Sudah lama menunggu?” Luna menyapa Rakha. “Lumayan... Yang penting kamu sudah sampai dan selamat.” Rakha tersenyum padanya. “Oh iya, karena masih hujan, kita menunggu hujan reda ya!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN