Lagi- lagi disaat Sam baru saja akan mulai menyantap makanannya, Bu Tina kembali memanggilnya dan mengatakan jika Sofia mencarinya untuk disuapi. Dan sontak hal itu selalu membuat rasa lapar Sam berubah hilang dan berganti dengan kebahagiaan. Sam lalu dengan cepat memasuki kamar Sofia dan melihat jika lagi- lagi sang istri nampak menangis karena menginginkan Sam. (" Kamu memang pintar, nak. Dan papa janji, kalau kamu lahir, kamu akan jadi anak yang paling papa sayangi.") batin Sam. " Aku juga nggak mau ngerepotin kamu gini, aku nggak suka ada kamu. Tapi aku nggak tahu kenapa aku selalu mau ada kamu." ucap Sofia terisak sementara Sam sudah duduk di hadapannya. " Nggak apa- apa. Nggak ngerepotin kok. Apa sih yang nggak buat istri dan anak aku. Udah ya, jangan nangis lagi. Kita makan aja.

