Melanie sadar, bahwa sesungguhnya wanita pribumi begitu cantik apabila terawat seperti ini. Di Batavia, wanita pribumi biasanya hanya dijadikan kacung, atau lebih buruknya mereka dijadikan p*****r. Tetapi disini, di Ardaka ini wanita dihormati layaknya seorang wanita dan setara diantara para lelaki lainnya, bahkan Nyi Sukma sendiri mempunyi kedudukan paling tinggi diantara para penduduk lainnya. Melanie merasa iri dengan kecantikan Nyi Sukma. Disamping cantik, ia juga ramah. Namun menurut cerita para penduduk, jika Sukma marah, maka tak ada yang dapat menghentikannya. Konon kabarnya, ia masih berada dalam garis keturunan Kedaton Ardaka. Namun keturunan keberapa?~~tak ada yang mengetahuinya. Melanie sempat bertanya-tanya, dimanakah suami Nyi Sukma, namun mulutnya bungkam ketika Nyi Sukma

