Ronde 15 : Ardaka (4)

3131 Kata

“Arrrggghhhh!” Jerit Melanie singkat namun mampu mengalihkan pandangan kedua kerbau, seorang petani tua dan Ahras sendiri. Tanah tempat pijakan Melanie runtuh dan kakinya terperosot kearah kubangan lumpur di tepi sawah. Ahras tak sempat untuk menangkapnya, sehingga tubuhnya terjatuh di tengah kubangan lumpur. Aroma amis dari lumpur tercium dari hidung Melanie. Matanya tertutup karena pedih, ia memastikan bahwa lumpur sudah melumur wajahnya. Rasa kesal dan malu melanda tubuh Melanie ketika Ahras menarik tangan Melanie sembari menahan tawanya. “Kau tak apa!?” tanya Ahras. Pertanyaan sungguh tak masuk di akal. Ia memandang Melanie dengan raut wajah geli, namun Ahras tetap menahan tawanya agar Melanie tak tersinggung, atau lebih parahnya menangis. Melanie enggan menjawab, rasa amis meli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN