Pagi ini aku memiliki rencana untuk melakukan sesuatu. Bangun sejak subuh seperti biasa, namun sekarang aku sudah terbebas dari pembelajaran yang sangat memusingkan kepala. Pagi hari bisa berolahraga dan berlari kecil layaknya penghuni apartemen lainnya. Tapi tak bisa lama-lama, karena itu tadi … ada sesuatu yang harus kulakukan. Menuju ke ruang monitoring, dapat terlihat siapa saja petugas yang telah melakukan lembur semalam. Mataku langsung tertuju pada orang yang sedang menghadap layar monitor dengan mata melotot dan sepiring kulit kacang di sampingnya. “Pak Fathur,” sapaku. Dia pun menoleh sambil mencoba tersenyum di balik kumis tebalnya. “Eh, Tuan Muda Prana. Ada apa sepagi ini datang ke mari?” tanyanya seraya bangkit dari tempat duduknya. “Tidak ada. Hanya kebetulan lewat. Sendir

