Pergi bersama, pulang bersama, bermain bersama, makan bersama. Kami menghabiskan hari dengan berdua bersama. Mungkin aku sudah tidak hati-hati lagi karena aku tak menyembunyikan keberadaanku seperti ini. Entahlah, mungkin karena aku sudah tahu siapa yang mengkhianatiku atau bagaimana, namun aku merasa aku sudah tak perlu menyembunyikan diri lagi. Apa sebentar lagi Hudson akan menghubungiku karena dia tau aku kembali? Apakah selama ini dia juga menyangka diriku meninggal seperti yang disebutkan oleh media? Jika aku menunjukkan diri seperti ini, muncul dengan bebas di tempat umum tanpa penyamaran, apa dia akan menyadari keberadaanku? “Hei … abisin dong, jangan ngelamun terus.” Neng Iis menyenggol bahuku sambil menyeruput boba thai tea miliknya. “Lagi banyak pikiran, sorry.” Aku melanjutka

