bc

Oh Mas Arya season dua.

book_age18+
141
IKUTI
1K
BACA
others
drama
high-tech world
gay
like
intro-logo
Uraian

Tidak semua hadia yang indah, selalu dibungkus dengan kado yang indah. Buruk diluar, belum tentu buruk juga di dalam.

Ini adalah kisah Adnan seorang pemuda yang dibesarkan oleh pasangan gay, namun jatuh cintah dengan putri seorang ustadz yang anti tentang gay.

Kisah Arya ada di aplikasi wp.... althafjr

chap-preview
Pratinjau gratis
Satu
"Adnan denger... om Bagas ini laki-laki. Jadi enggak boleh dipanggil mama. Mama bo'ongan boleh, tapi tetep gak boleh panggil mama." Ujar Bagas dengan lembut. Ia diam sejenak dan nampak sedang berpikir. "Kalau enggak gini aja, gimana kalo Adnan panggilnya papa aja? Kan udah ada Ayah, terus punya papa juga mau nggak?" Adnan kembali tersenyum sambil menganggukan kepala. "Pinter," ucap Bagas sambil mengusap rambut Adnan. "Jadi sekarang panggilnya jangan om lagi. Tapi papa." "He-eh," Adnan mengangguk. Terlihat Bagas menurunkan kepalanya, mendekatkan pipinya di wajah Adnan. "Sun..." ucapnya sambil mencolek pipinya sendiri yang langsung dituruti oleh Adnan. Arya tersenyum simpul melihat tingkah dua laki-laki yang sangat disayanginya. "Mas..." ucap Bagas. Arya tersentak sambil menelan kembali salivanya. "Yaa..." ucapnya. "Adnan itu masih kecil lho mas, jangan diajarin yang enggak-enggak. Nanti kalau beneran gimana? Jangan gitu akh..." ujar Bagas. "Hiya... hiyaaa... maaf," ucap Arya. Sejak saat itu Arya sudah tidak pernah lagi ceroboh jika sedang berbicara sama Adnan. Arya sangat hati-hati, sedikitpun ia tidak pernah menyingung tentang hubungan yang sebenarnya antara ia dengan Bagas. Begitupun sebaliknya, Bagas juga berusaha supaya Adnan tidak tahu hubungan semacam itu. Apalagi jika Adnan sampai terlibat langsung hubungan sesama jenis. Bagas tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi pada Adnan yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri. Bagas sangat menyayangi Adnan melibihi apapun, oleh sebab itu Bagas tidak ingin apa yang ia alami, akan dialami juga sama Adnan. Bagas sudah merasakan seperti apa sulitnya mengalami orientasi seks yang menyimpang. Rasanya sangat tidak enak sekali. Walaupun kini sekarang ia sudah bahagia karena bisa hidup bersama dengan Arya, tapi Bagas masih mempunyai otak yang waras. Ia tidak ingin Adnan mengikuti jejaknya. Arya dan Bagas sangat rapih menutupi hubungan mereka. Bahkan, meskipun tinggal dalam satu rumah, tapi keduanya memiliki kamar sendiri-sendiri yang berdekatan. Yah, walaupan terkadang Arya sering menyelinap masuk ke kamar Bagas, atau sebaliknya. Tapi setelah keduanya sudah selesai menyalurkan hasrat biologis mereka, Arya dan Bagas selalu kembali ke kamar masing-masing untuk tidur secara terpisah. Sampai sejauh ini, apa yang mereka lakukan masih aman-aman saja. Selain itu kamar Adnan dan ibu Sumi juga terpisah jauh. Jadi kegiatan menyelinap masuk kamar tidak pernah ketahuan sama sekali oleh Adnan, ibu Sumi dan beberapa orang pembantunya. Sedikit ribet memang, tapi Arya dan Bagas nyaman-nyaman saja melakuknya. Sekedar antisipasi, supaya hubungan mereka tidak sampai ketahuan. Dan justru adegan saling menyelinap masuk ke kamar itu, menjadi sebuah sensasi tersendiri bagi mereka. Seperti ada tantangan yang mendebarkan. Itu juga yang membuat Arya dan Bagas tidak pernah merasa bosan, dengan hubungan mereka. Bagi mereka, rasanya itu benar-benar indah. Tidak terasa sudah lima belas tahun berlalu, Arya semakin menyayangi Bagas. Dan Bagas semakin mencintai Arya. Usaha alm.bu Ratna dan suaminya, dikelolah dengan sangat baik sama Arya. Karena setelah Arya menyelesaikan kuliah, Arya benar-benar pandai mengatur bisnisnya. Bahkan saat ini Arya sudah mempunyai kantor sendiri untuk menampung, menjadi satu segala oprasiaonal, dan administrasi semua usahanya yang mempunyai banyak cabang. Tidak terlalu besar memang, total karyawan yang bekerja di kantornya juga hanya dua puluh lima orang. Itu sudah termasuk staf, OB, dan satpam. Meski tidak besar, tapi setidaknya semua usahanya sudah mempunyai wadah, dan juga berdasar hukum. Semua itu juga tidak luput dari campur tangan Bagas yang saat ini sudah menjadi seorang pengacara. Bagas yang menyarankan kepada Arya supaya melakukan itu. Kemudian setelah memikirkan, dan berembuk untuk memberi nama pada kantornya, akhirnya Arya dan Bagas sepakat memutuskan jika CV. ARBA MANDIRI, menjadi nama yang pas untuk kantor mereka. ~ARBA~ Gadis cantik, dan lembut itu bernama Fatma, mahasiswi jurusan kedokteran di salah satu Universitas ternama yang ada di kota Yogyakarta. Fatma sangat disegani oleh teman-temannya, selain ia tidak pernah lepas dari kerudung yang menutup kepalanya, Fatma juga putri dari seorang ustad yang ternama di daerahnya. Ia juga selalu memakai pakaian yang longgar untuk menutupi tubuh indahnya. Dan kecantikan yang dimiliki oleh Fatma membuat banyak pria belomba-lomba untuk mendapatkan hatinya. Termasuk Adnan yang kebetulan masih satu kampus dengannya, hanya berbeda jurusan. Fatma baru saja turun dari mobilnya, kemudian ia berjalan santai menuju fakultasnya sambil memeluk buku di dadanya. Langkah santai Fatma terhenti, saat seorang pemuda memberhentikan motor ninja tepat di hadapannya. Fatma membuang napas lembut, wajahnya terlihat sangat sangat malas melihat tampang pemuda itu. Bagaimana tidak, pemuda itu tidak pernah bosan mengganggu dan mendekati Fatma. Meski pemuda itu sangat tampan, dan terkenal di kampusnya, tapi penampilan pemuda itu seperti seorang berandal. Sebagai seorang wanita yang soleh, dan anak seorang ustad, tentu saja Fatma harus pandai dalam memili teman atau pasangan hidup nantinya. Penampilan pemuda itu jauh dari kata baik, dan sangat bertolak belakang dengan kriteria pemuda yang pantas untuk gadis se alim Fatma. Celana jeans yang dipakai pemuda itu selalau robek di bagian pahanya. Rambutnya agak sedikit gondrong, kumis dan jenggotnya tidak pernah rapih. Setelah turun dari motor, Adnan menjatuhkan rokok, lalu menginjaknya. Langkah santainya membawa ia berada tepat di hadapan gadis pujaan hatinya. Adnan memasukan kedua telapak tangan di kantung celana jeansnya. Ia membungkuk takjim di hadapan Fatma seraya berkata. "Pagi bu ustadz." Goda Adnan, sambil memberikan senyum maskulin yang mengembang. Menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya Fatma hembuskan secara perlahan. Meski wajahnya terlihat malas, namun ia berusaha untuk bersikap ramah kepada pemuda berandal yang ada di hadapannya. "Assalamulaikum, maaf mas motornya ngalangin jalan." Telapak tangan Fatma menunjuk pada tulisan yang berada di area parkiran kampus. "Mas bisa baca itu nggak?" Pandangan Adnan reflek mengikuti arah telunjuk Fatma, lalu tanpa sadar mulutnya membaca tulisan itu. "Tempat parkir," ucapnya. Fatma menatap wajah Adnan, bibirnya tersenyum simpul, sangat manis. "Itu mas bisa baca. Jadi artinya mas tau dong di mana harusnya mas markirin motornya?" Adnan mendengus, rona wajahnya terlihat memerah. Ia sedikit tersipu dengan kejadian itu. Kemudian Adnan melipat kedua tanganya di d**a, ia menarik napas pelan sebelum berkata. "Tapi pemilik motor itu pingin memarkirkan dirinya di situ, di hati kamu." "Maaf, hati saya bukan tempat parkir umum. Permisi Assalamualaikum." Fatma berjalan, dan berlalu meninggalkan Adnan. Ia hanya tidak ingin berurusan dengan pemuda yang terkenal sebagai macan kampus itu. Bukan kriteria Fatma, selain itu orang tuanya juga pasti tidak akan suka jika Fatma berteman dengan pemuda seperti Adnan. "Waalaikumsalam," jawab Adnan dengan suara yang pelan. Karena kalau ia menaikan nada suaranya juga percuma, Fatma sudah menjauh dari pandangannya. Adnan hanya bisa memandang punggung gadis idamannya itu sambil tertawa pelan dan bermonolog. "Yaiyalah hati kamu bukan tempat parkiran umum, soalnya, cuma aku yang boleh markir di hati kamu," Kemudian Adnan berjalan mendekati motornya, dan naik di atasnya. Beberapa saat kemudian Adnan menjalankan motornya, lalu berhenti di tempat parkiran yang ditunjuk Fatma.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Scandal Para Ipar

read
708.0K
bc

Menjadi Orang Ke Tiga

read
5.5K
bc

JANUARI

read
49.0K
bc

Marriage Aggreement

read
87.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

TERNODA

read
199.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook