Riko menatap ke arah Lily dan Edwin secara bergantian dengan tatapan heran. Pria itu bingung dengan keputusan yang akan ia ambil, jika dua orang yang ada di hadapannya tidak kompak. "Emm ... Bagaima--." "Kami tidak bisa ikut," sela Edwin dengan cepat sambil melayangkan tatapan sinis. Entah kenapa ia merasa tak suka jika Riko sebagai atasan barunya ada diantara dia dan Lily. Atau mungkin Edwin merasa tidak rela jika Lily dekat dengan pria lain selain dirinya, bahkan ia takut Lily mengagumi Riko yang jauh lebih muda daripada dirinya yang sudah berumur. "Kalau begitu, saya akan mengajak Lily saja. Kebetulan kami dulu satu sekolahan dan ingin menghabiskan waktu untuk melepaskan rasa rindu. Benar kan Li? Anggap saja ini makan malam non formal, karena dokter Edwin sedang sibuk." Rupanya Riko

