bab 282

1466 Kata

Alaric terdiam menatap Ruben. Dalam hatinya ia merasa bahwa pria di depannya ini cukup marah karena tindakan yang ia ambil barusan. Namun, Alaric sama sekali tak memperdulikannya. Pria itu justru sibuk mengangkat sebelah alis dan berdeham pelan. “Oh, wow. Maaf, Ben. Aku enggak ada maksud apa pun dengan minta nomornya Risa ke orangnya langsung. Niatku cuma mau ngundang dia aja ke grup angkatan, tapi kalau ternyata enggak boleh ... ya enggak apa-apa.” Ruben menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Sesungguhnya dia pusing sekali. Dia ingin sekali segera meninggalkan tempat ini, tetapi apa daya, ‘kan? Lelaki di hadapannya ini terus berceloteh hal-hal yang tak perlu dan tak penting. “Iya enggak boleh. Risa enggak suka juga ikut-ikut kayak gituan. Saya udah ngomong berkali-kali sama kamu, tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN