SELAMAT MEMBACA * * * Sakti tengah duduk menatap lukisan Queen di ruang kerjanya. Sejak lukisan itu jadi, Sakti meletakkannya di ruang belajar yang sekarang juga menjadi ruang kerjanya. Setiap hari, Queen seolah-olah menemaninya di sana. Tersenyum cantik menatap padanya. Semakin menatap lukisan Queen, bukannya bosan Sakti merasa hatinya benar-benar damai. Sakti termenung, berusaha menelusuri hatinya. Perlahan tangannya menyentuh dadanya. Berusaha memahami rasa yang tumbuh di hatinya, rasa yang setiap harinya bukan berkurang justru tumbuh dengan suburnya. Apa benar, ada rasa yang tengah berkembang karena alasan terbiasa. Tok…Tok…Tok… Mendengar suara pintu di ketuk, Sakti langsung menoleh. Saat di lihat ternyata kakek Abhi yang datang. Sakti langsung berdiri dari duduknya, menyam

