“Kamu tahu bagaimana Camilla kan?” bukannya menjawab Austin malah balik bertanya. “Kamu kekasihnya. Beritahu dia untuk tidak mengganggu Charlotte atau aku sendiri yang akan memperingatkan wanita itu.” Dengan malas Austin menatap El. “Ya, terserah saja.” katanya tidak berselera. Pikirannya masih dipenuhi ciuman singkatnya dengan Charlotte. “Kenapa sikapmu seperti itu? Apa kamu mulai bosan dengan Camilla?” El bertanya sembari tersenyum sinis. “Memangnya kalau aku bosan pada Camilla dan mulai menyukai wanita lain itu tidak ada urusannya kan denganmu.” “Cih! Aku sudah menduganya. Itu memang bukan urusanku. Asal wanita yang kamu maksud bukan Charlotte tak akan jadi masalah bagiku.” Sebelah sudut bibir Austin tertarik ke atas. “Bagaimana kalau wanita itu a

