“Aku harus segera ke kantor.” El berdiri. “Austin, setelah mengantar Camilla pulang segera ke kantor ya.” Dia berkata dengan nada suara terkendali. Lalu tatapannya beralih ke Camilla. “Aku tidak bisa membiarkanmu tinggal di sini berlama-lama kalau sampai orang tuaku tahu itu bisa jadi masalah kan.” Dia tersenyum sinis pada Camilla. Charlotte berdiri. Menatap mata biru El. Mereka saling bersitatap. El memeluk istrinya dan mencium sebelah pipinya sembari berbisik. “Ingat, kamu dan aku adalah sepasang suami-istri. Bersikaplah layaknya istri yang sangat mencintai suaminya dan aku pun akan melakukan demikian. Aku ingin membalas dendam pada Austin k*****t itu.” Charlotte menyimak setiap patah kata yang keluar dari El dengan seksama. Dia mengangguk patuh. “Cium aku.” Bisik

