Esok paginya saat jam menunjukkan jam lima pagi, Charlotte sempat berpapasan dengan Austin di dapur. Mata mereka saling bersitemu. “Pagi, Charlotte.” Sapa Austin sebelum menenggak habis segelas air putih. “Pagi.” “Aku punya kejutan untuk El pagi ini.” Austin tersenyum miring. Dahi El mengernyit. “Kejutan?” “Ya, kamu juga akan terkejut melihatnya. Sebenarnya semalam aku ingin memberi tahu kalian berdu kalau kalian tidak tidur. Mungkin El dan kamu kelelahan. Ya, aku maklum.” Austin memamerkan senyum miring misteriusnya. “Jangan macam-macam, Austin.” Kata Charlotte yang takut kalau Austin akan mengatakan soal pelukannya di kamar gudang bawah tanah. Austin memutar mata jengah. “Aku suka sesuatu yang tidak biasa, Charlotte.” Dia mendekat pada Charlotte.

