El melepas mantelnya saat sampai di rumahnya yang hangat. Dia melihat Charlotte sedang menjahit syal berwarna biru tua. “Sedang apa kamu?” tanya El mendekati istrinya. Charlotte tercengang melihat El ada di rumah. Untuk beberapa saat dia membeku. “Aku sedang... membuat syal.” Katanya ragu. “Kamu sudah pulang, El?” Charlotte mengerjap-ngerjapkan matanya berharap pertemuannya dengan El hanya mimpi. “Seperti yang kamu lihat.” El menarik kursi dan duduk di samping Charlotte. Dia menyipitkan mata saat menatap ke arah syal yang baru setengah jadi itu. “Untuk siapa?” “A-apa?” Charlotte mendadak gugup. “Syal itu, untuk siapa?” El menunjuk dengan jari telunjuknya. “Ini—sebenarnya aku buatkan untuk diriku sendiri, El. Aku sudah membuat syal u

